Mediatnipolri.com
MUSI BANYUASIN Aroma dugaan penyimpangan anggaran APBD kembali menghantui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Musi Banyuasin. Sejumlah sumber internal mulai angkat suara, menyebut adanya indikasi pengelolaan anggaran yang tidak sesuai juknis serta berpotensi merugikan keuangan daerah.
Dugaan tersebut mengarah pada masa kepemimpinan Drs. Syafaruddin M.Si, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan kini menduduki posisi strategis sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Muba.
Sejumlah kegiatan dikabarkan tidak berjalan sesuai perencanaan, sementara alokasi anggaran tetap terserap penuh.
Beberapa pegawai menyebutkan bahwa pola pengelolaan anggaran saat itu terkesan tertutup, terutama pada program-program tertentu yang nilainya dinilai janggal. Namun, detailnya diduga “dirapikan” melalui laporan kegiatan yang tidak sesuai realisasi di lapangan.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai dugaan tersebut, Syafaruddin memberikan jawaban singkat:
“Waalaikum salam dindo… sudah lama saya tidak lagi di sana, silakan konfirmasi dgn kadin Dikbud yang baru.”
Namun ketika ditanyakan kembali soal tanggung jawabnya sebagai pejabat pada periode tersebut, ia berdalih dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait substansi dugaan penyimpangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dikbud Muba yang baru belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, publik berharap dugaan ini dapat diusut secara transparan mengingat pentingnya pengelolaan anggaran di sektor pendidikan.
