Mediatnipilri.com
PALI, Sumsel | Media TNI–Polri — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH, MH, menunjukkan sikap tegas dan keberpihakan nyata kepada masyarakat menyikapi polemik penonaktifan puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten PALI.
Firdaus menilai kebijakan penonaktifan tersebut sebagai langkah yang tidak berpihak kepada rakyat, terlebih dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Berdasarkan data yang telah diberitakan sebelumnya, lebih dari 40 ribu peserta BPJS di Kabupaten PALI dinonaktifkan, sebuah kondisi yang menurutnya sama saja dengan “menggoreskan luka di hati rakyat”.
Sebagai wakil ketua DPRD, Firdaus menegaskan bahwa dirinya memahami betul makna dan amanat lembaga legislatif. Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar posisi politik, melainkan tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya tidak akan tinggal diam. Semua undang-undang dan peraturan yang lahir sejak Indonesia merdeka pada hakikatnya bertujuan untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Firdaus.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026, Firdaus menyampaikan pernyataan yang sarat makna dan refleksi kebangsaan.
“Rakyat adalah kunci dari segala kunci. Tanpa rakyat, tidak akan ada bangsa dan negara. Kemerdekaan lahir dari perjuangan rakyat. Bahkan saya bisa menjabat sebagai anggota DPRD karena dipilih oleh rakyat,” ujarnya dengan nada serius.
Sementara itu, dampak kebijakan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Seorang warga Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, mengungkapkan kekecewaannya kepada media. Ia menceritakan bahwa istrinya telah menjalani pengobatan dan kontrol gratis selama lebih dari lima tahun menggunakan BPJS.
“Namun pada 1 Januari 2026, saat istri saya kontrol di RS Sungai Kundur, Banyuasin, kami tiba-tiba diminta membayar tunai. Biasanya cukup menunjukkan kartu BPJS. Kejadian itu bukan hanya mengecewakan, tapi juga membuat saya dan keluarga merasa malu,” tuturnya.
Warga tersebut juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Firdaus Hasbullah.
“Saya sangat mendukung beliau. Menurut saya, saat ini Firdaus adalah wakil rakyat yang benar-benar berani menentukan sikap dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya dengan nada haru.
Keberpihakan Firdaus tidak hanya mendapat respons positif dari warga Desa Pengabuan, namun juga dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten PALI. Banyak yang menilai sikapnya sebagai cerminan pemimpin yang hadir dan responsif terhadap penderitaan rakyat.
Salah satu apresiasi datang dari warga PALI yang namanya tidak kami sebutkan, secara spontan menyampaikan pandangannya dan di ucapkan nya menggunakan bahasa daerah.
“Aku idak tau tentang politik, tapi aman ujiku wakil ketue DPRD yang namenye Firdaus Hasbullah itu saat ini lok tau. Menurut aku, inilah arti dari nyampaike aspirasi masyarakat.”
Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, pernyataan tersebut bermakna:
“Saya tidak mengerti tentang politik, tetapi menurut saya sebagai Wakil Ketua DPRD, Firdaus Hasbullah benar-benar memahami kondisi masyarakat. Inilah makna sesungguhnya dari menyampaikan aspirasi rakyat.”
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa keberpihakan yang tulus dan keberanian bersuara untuk rakyat mampu membangun kepercayaan publik. Di mata masyarakat, Firdaus Hasbullah dinilai tidak hanya menjalankan fungsi legislatif, tetapi juga menghadirkan harapan di tengah persoalan yang menimpa rakyat kecil.
Penulis: Ansori (Toyeng)
