SANGGAU KALBAR ,MEDIA TNI POLRI. COM
SPBU No. 6478513 yang berada di Jalur Lintas Kalimantan Poros Tengah, Sanggau Meyabo Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, SPBU ini diduga melakukan praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan cara yang tidak sesuai aturan.
Dari hasil dokumentasi lapangan pada Tgl 15 Januari 2026. terlihat pengisian BBM subsidi ke dalam jeriken dan wadah lain oleh salah satu konsumen di area SPBU. Praktik semacam ini jelas menyalahi ketentuan distribusi BBM bersubsidi, yang semestinya hanya diperbolehkan untuk kendaraan tertentu dan harus sesuai dengan regulasi Pertamina serta Peraturan Presiden tentang penyediaan dan pendistribusian BBM.
Masyarakat menilai aktivitas tersebut berpotensi membuka celah penimbunan, penyalahgunaan, hingga penjualan kembali BBM subsidi dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat akses masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi.
Seorang warga Meyabo kecamatan Tayan Hulu kabupaten Sanggau, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kalau SPBU menjual subsidi pakai jeriken begini, pasti banyak yang tidak tepat sasaran. Masyarakat kecil yang susah dapat minyak,” ujarnya.
Publik mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Barat untuk turun tangan melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU 6478513 belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, warga berharap pengawasan terhadap SPBU di jalur lintas semakin diperketat demi menjaga ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi.
TIM/ instivigasi
