SINTANG KALBAR, MEDIA TNI POLRI. COM
Sintang-Kemacetan di kawasan Pal 4 Sintang kian memprihatinkan.
Antrean panjang kendaraan di SPBU 6478601 tak hanya mengular, tetapi juga melumpuhkan akses jalan utama, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja,Kamis 12 Februari 2026
Sepeda motor dan mobil yang mengantre BBM terlihat memakan badan jalan. Kiri, kanan, bahkan sebagian ruas utama dipenuhi kendaraan.
Akibatnya, pengguna jalan lain terpaksa merayap pelan, bahkan tak sedikit yang terjebak macet cukup lama.
Ironisnya, di tengah antrean panjang tersebut, masyarakat justru mengeluhkan kelangkaan BBM eceran di pinggir jalan yang biasanya tersedia.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: ke mana sebenarnya distribusi BBM yang telah diantre berjam-jam itu?
Warga menegaskan, para pengantri tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Mereka mencari nafkah, menggantungkan hidup dari kendaraan yang setiap hari digunakan untuk bekerja. Namun, persoalan utama dinilai terletak pada lemahnya pengaturan dan pengawasan.
“Harusnya ada pemisahan jalur antrean dan jalur umum. Jangan semua ditumpuk di badan jalan. Ini jelas mengganggu,” ujar salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Minimnya ketegasan dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait dinilai memperparah keadaan. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya soal macet, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang layak dan distribusi BBM yang tertib.
Jalan Pal 4 kini menjadi simbol keresahan rakyat kecil. Pergi kerja susah, pulang kerja terhambat. Di tengah situasi ekonomi yang tak mudah, rakyat kembali harus menanggung beban akibat tata kelola yang dinilai belum maksimal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan.
Penertiban antrean dan evaluasi distribusi BBM dinilai mendesak sebelum persoalan ini semakin meluas.
Tim/Red
