Indramayu,Mediatnipolri-Pada hari jumat tanggal 12 juni 2026 Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan pertanian di area persawahan milik Kasnoto yang berlokasi di Desa Jambe, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan pendampingan tersebut difokuskan pada pemantauan kondisi tanaman padi yang saat ini memasuki masa pemeliharaan menjelang musim panen. Babinsa turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus berinteraksi dengan para petani guna mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa menyampaikan pentingnya menjaga tanaman padi dari serangan hama agar hasil panen yang diperoleh nantinya dapat maksimal. Selain itu, Babinsa juga mendengarkan berbagai masukan dan keluhan dari para petani sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap sektor pertanian di wilayah binaan.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para petani agar tidak memasang aliran listrik di area persawahan. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Banyak kejadian warga maupun petani yang tersetrum akibat pemasangan listrik di area persawahan. Oleh karena itu, kami mengingatkan agar tidak menggunakan cara-cara yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujarnya.
Selain itu, Babinsa juga memberikan informasi terkait kebijakan pemerintah mengenai harga gabah. Saat ini pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Petani dipersilakan menjual hasil panennya kepada tengkulak apabila harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pemerintah. Namun apabila harga yang ditawarkan berada di bawah standar yang telah ditetapkan, petani diimbau untuk menjual gabahnya kepada pemerintah melalui Bulog.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, kondisi pertanian di Desa Jambe secara umum berjalan baik. Para petani mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses budidaya tanaman padi hingga saat ini.
Babinsa menyampaikan bahwa sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat kewilayahan perlu terus ditingkatkan guna menjaga produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan dan komunikasi dengan petani, saat ini tidak terdapat kendala yang signifikan. Kondisi tanaman padi cukup baik dan para petani tetap semangat dalam mengelola lahannya menjelang panen,” pungkas Babinsa.
(Red*****)
