REJANG LEBONG – Pelaksanaan proyek milik CV Indo Perkasa di Desa Belitar, tepat di depan Kantor Pos, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, diduga tidak mengikuti prosedur keselamatan kerja dan mengabaikan tenaga kerja lokal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja yang terlibat dalam proyek beranggaran cukup besar itu terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri seperti helm dan sepatu boat. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan kerja dan tidak sesuai standar K3 yang berlaku.
Penjaga lalin dan PK tidak pakai sedangkan jalan sangat rame
Selain itu, pekerjaan di lokasi juga dinilai tidak dilakukan secara profesional. Warga sekitar menyebut hasil kerja di lapangan tidak sebanding dengan besarnya anggaran proyek.
Keluhan lain datang dari masyarakat setempat yang merasa tidak dilibatkan dalam proyek tersebut. Menurut warga, hampir seluruh tenaga kerja yang dipekerjakan berasal dari luar desa, sementara warga lokal yang membutuhkan pekerjaan tidak mendapat kesempatan.
“Proyeknya besar, tapi kami di sini seperti tidak dianggap. Seharusnya warga sekitar diberi prioritas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Indo Perkasa Mengaku hanya pekerja dan mengarahkan ke kepala desa untuk memintai keterangan setelah dikonfirmasi melalui via WhatsApp terkait dugaan tersebut
Upaya konfirmasi juga akan dilayangkan ke Dinas PUPR Kabupaten Rejang Lebong dan instansi terkait untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan proyek dengan kontrak kerja, aturan K3, serta regulasi keterlibatan tenaga kerja lokal.
Masyarakat berharap dinas terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
