Babinsa Desa Tanjakan Sampaikan Himbauan pada Tradisi Mapag Sri: Petani Diminta Tingkatkan Produktivitas dan Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Babinsa Desa Tanjakan Sampaikan Himbauan pada Tradisi Mapag Sri: Petani Diminta Tingkatkan Produktivitas dan Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Spread the love

Indramayu,Mediatnipolri-Pada hari sabtu malam 27 juni 2026 Tradisi adat Mapag Sri yang digelar Pemerintah Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. berlangsung meriah sekaligus sarat pesan kebangsaan dan sosial. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Tanjakan itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi yang melimpah, sekaligus upaya melestarikan adat, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan Mapag Sri merupakan hasil musyawarah desa yang digelar sepekan sebelumnya. Dalam forum tersebut, masyarakat petani mengusulkan agar perayaan dimeriahkan dengan pagelaran sandiwara sebagai hiburan rakyat. Berdasarkan kesepakatan panitia, pilihan jatuh kepada grup Sandiwara Sinare Kober dari Kecamatan Sliyeg.

Di sela-sela kegiatan, Babinsa Desa Tanjakan, Serka Sudono, menyampaikan sejumlah himbauan kepada masyarakat, khususnya para petani. Ia mengajak warga untuk tetap menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama serta terus berupaya meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Petani diharapkan memaksimalkan hasil panen padi dan segera melakukan pengolahan lahan kembali setelah panen agar siklus tanam tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjemur gabah atau hasil panen di badan jalan karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Tak hanya menyampaikan pesan di bidang pertanian, Babinsa juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan putra-putrinya, terutama yang telah menginjak usia remaja, sehingga perkembangan pergaulan mereka dapat terus dipantau.

Dalam kesempatan itu, Serka Sudono juga menyinggung maraknya pemberitaan mengenai dugaan kasus kekerasan terhadap seorang perempuan yang viral di media sosial. Tanpa menyimpulkan kebenaran perkara tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar menjadikannya sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita berharap kejadian serupa tidak pernah terjadi di Desa Tanjakan. Orang tua harus menjalin komunikasi dua arah dengan anak-anaknya, mengetahui lingkungan pergaulan mereka, termasuk mengenal teman dekatnya. Pengawasan dan perhatian keluarga menjadi benteng utama untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun tindakan kriminal,” tegasnya.

“Melalui kegiatan Mapag Sri, masyarakat Desa Tanjakan tidak hanya merawat tradisi budaya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap pembangunan pertanian, keamanan lingkungan, serta perlindungan generasi muda demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, produktif, dan harmonis.”Pungkas Babinsa.

(Red*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *