Indramayu,Mediatnipolri-Pada hari kamis tanggal 09 Juli 2026 Kegiatan percepatan tanam Musim Tanam (MT) II Sadon terus digencarkan di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, turun langsung mengajak seluruh kelompok tani (Poktan) untuk segera melaksanakan olah lahan, persemaian, hingga penanaman padi guna mendukung target peningkatan produksi pangan nasional.
Langkah tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian UPTD KPP Kecamatan Krangkeng yang mendorong percepatan tanam Sadon sebagai upaya meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga beras, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.
Serka Sudono mengatakan, saat ini kondisi irigasi masih sangat mendukung sehingga para petani diharapkan tidak menunda pelaksanaan tanam.
“Para petani tidak boleh terlena dengan hasil panen yang melimpah dan harga jual gabah yang tinggi pada MT I. Justru semangat harus lebih ditingkatkan untuk menghadapi MT II Sadon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, percepatan tanam dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air irigasi yang masih mencukupi. Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah berkomitmen memaksimalkan distribusi air irigasi bagi lahan pertanian di Kecamatan Krangkeng.
“Maksud dan tujuannya adalah ketika wilayah depan belum membutuhkan air, maka pasokan air irigasi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk olah lahan, persemaian hingga tanam di wilayah Kecamatan Krangkeng,” tambahnya.
Kecamatan Krangkeng dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian padi, selain kawasan perikanan tambak dan tambak garam. Melalui percepatan tanam ini diharapkan luas tambah tanam (LTT) padi terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Menurut Babinsa, padi merupakan komoditas utama yang menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus simbol keberlanjutan sektor pertanian. Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan TNI harus terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Sudono juga mengingatkan agar penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan pemerintah.
“Pupuk bersubsidi tidak boleh dipaketkan dengan sarana produksi lainnya maupun dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Penebusan pupuk bersubsidi dapat menggunakan Kartu Tani maupun KTP, dengan syarat petani telah terdaftar dalam RDKK,”Pungkas Babinsa.
Melalui pendampingan Babinsa bersama instansi pertanian, diharapkan semangat petani untuk segera melaksanakan tanam MT II Sadon semakin meningkat sehingga target produksi padi tahun ini dapat tercapai secara optimal.
(Red*****)
