KH. Said Agil Husin Al-Munawar Memukau Penutupan MTQ Tingkat Provinsi Kepulauan Riau

KH. Said Agil Husin Al-Munawar Memukau Penutupan MTQ Tingkat Provinsi Kepulauan Riau

Spread the love

TANJUNGPINANG, M T P –Kamis, 9 Juli 2026

Sosok Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al-Munawar, MA, mantan Menteri Agama Republik Indonesia periode 22 Oktober 2001 hingga 21 Oktober 2004 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, kembali menunjukkan kharisma dan kewibawaannya saat menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau. �
Kanwil Kemenag Aceh + 1

Acara yang berlangsung pada pukul 20.00 WIB di Gedung Gurindam, Tanjungpinang, menjadi momen yang berkesan bagi ribuan hadirin. Penampilan dan pesan-pesan yang disampaikan KH. Said Agil mampu memukau seluruh penonton. Suasana berlangsung khidmat; para hadirin tampak terkesima menyimak setiap untaian nasihat yang disampaikan dengan penuh keteduhan,

kebijaksanaan, dan kedalaman ilmu.
Meski usia terus bertambah, semangat beliau tetap menyala laksana api yang berkobar. Tutur kata yang santun, wawasan yang luas, serta keteladanan yang terpancar dari sosok ulama nasional itu menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Kehadirannya seolah mengobati kerinduan publik yang sudah lama tidak menyaksikan beliau tampil di panggung-panggung keagamaan berskala besar.

Pesan-pesan yang beliau sampaikan tidak hanya menjadi penyejuk hati dan penambah keimanan, tetapi juga membangkitkan optimisme bahwa Al-Qur’an harus terus menjadi pedoman hidup generasi muda. Semangat itulah yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta seluruh generasi muda Kepulauan Riau untuk terus mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Penutupan MTQ Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026 pun tidak sekadar menjadi akhir dari sebuah perlombaan, melainkan menghadirkan sebuah catatan sejarah yang akan selalu dikenang. Momen berharga bersama KH. Said Agil Husin Al-Munawar menjadi kenangan yang tak luput oleh waktu dan tak lekang oleh zaman, sekaligus menegaskan bahwa keteladanan seorang ulama akan terus hidup dalam ingatan masyarakat dan menjadi inspirasi bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

(Nursalim Turatea).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *