Tanamkan Cinta Sejak Dini, RA Baitul Hannan Deklarasikan Implementasi KBC

Tanamkan Cinta Sejak Dini, RA Baitul Hannan Deklarasikan Implementasi KBC

Spread the love

Mediatnipolri.com

PALEMBANG — Menanamkan nilai-nilai cinta sejak usia dini menjadi komitmen RA Baitul Hannan dalam menjalankan program madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi Bersama Warga RA Baitul Hannan tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Senin (31/8/2026), di halaman RA Baitul Hannan.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat dengan melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari kepala RA, guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, perwakilan orang tua, hingga stakeholder madrasah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda El, salah seorang peserta didik RA Baitul Hannan. Dengan penuh percaya diri, Ananda El membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penanaman nilai cinta tanah air kepada anak-anak sejak usia dini.

Kepala RA Baitul Hannan, Ning Ratri, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan seluruh warga madrasah dalam menyukseskan implementasi KBC. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur yang berada di lingkungan pendidikan.

“Implementasi KBC membutuhkan komitmen bersama. Madrasah, guru, orang tua, stakeholder dan anak-anak harus bergerak bersama agar nilai-nilai cinta benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Pembina, Ari Mawarni, S.Ag., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter.

Menurutnya, anak-anak tidak cukup hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga perlu dibimbing untuk mengenal, merasakan, dan mempraktikkan nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari sambung Alumni PGAN 91 Palembang.

“Kurikulum Berbasis Cinta harus hadir dalam keseharian anak. Anak belajar mencintai melalui keteladanan guru, pembiasaan, lingkungan yang aman dan nyaman, serta interaksi yang penuh kasih sayang. KBC bukan sekadar dokumen kurikulum, tetapi harus menjadi budaya madrasah,” ungkap Ari Mawarni.

Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang ramah, menyenangkan, inklusif dan mampu memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi dan kebutuhannya.

Dalam implementasinya, nilai-nilai KBC diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan pembiasaan, baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Dengan demikian, nilai cinta tidak berhenti pada materi pembelajaran, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam karakter peserta didik.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama Warga RA Baitul Hannan tentang Implementasi KBC. Penandatanganan dilakukan secara bersama oleh Pengawas Pembina, Kepala RA Baitul Hannan, guru dan tenaga kependidikan, stakeholder, perwakilan orang tua, serta seluruh anak-anak RA Baitul Hannan.

Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan berbasis cinta merupakan tanggung jawab bersama. Madrasah dan keluarga diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang memberikan rasa aman, nyaman, dihargai dan disayangi kepada setiap anak.

Sebagai madrasah piloting KBC, RA Baitul Hannan berkomitmen menjadikan deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai awal gerakan bersama untuk membangun budaya cinta di lingkungan madrasah.

Nilai-nilai cinta diharapkan tumbuh dalam diri anak melalui pembiasaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai ilmu, mencintai diri dan sesama, mencintai lingkungan, serta mencintai tanah air.

Melalui implementasi KBC, RA Baitul Hannan berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk anak-anak yang berakhlak, peduli, bertanggung jawab, mampu menghargai sesama, mencintai lingkungan, dan memiliki karakter positif sejak usia dini.

Deklarasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal RA Baitul Hannan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang “Belajar dengan Cinta, Tumbuh dengan Karakter”, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *