TNI-Polri dan Warga Bergotong Royong Pulihkan Lokasi Kebakaran di Cadangpinggan

TNI-Polri dan Warga Bergotong Royong Pulihkan Lokasi Kebakaran di Cadangpinggan

Spread the love

Indramayu,Mediatnipolri-Pada hari senin tanggal 14 September 2026 Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran kembali ditunjukkan jajaran TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat. Berbekal semangat gotong royong, mereka turun langsung membantu pemulihan lokasi pascakebakaran di Blok Karang Guci RT 07/RW 02, Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti perintah lisan Komandan Kodim 0616/Indramayu untuk melaksanakan gotong royong membantu korban pascakebakaran.

Personel Koramil 1605/Sukagumiwang dipimpin Danramil Kapten Czi Ashari bersama tujuh anggota, bersinergi dengan tujuh anggota Polsek Sukagumiwang yang dipimpin Kapolsek AKP Suripto, S.H., M.H., serta Kuwu Cadangpinggan bersama 12 pamong desa dan sekitar 10 warga setempat.

Mereka bahu-membahu membersihkan puing-puing sisa kebakaran sekaligus membantu korban mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan. Dokumen penting, perabot rumah tangga, dan barang berharga yang masih memungkinkan untuk diamankan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Gotong royong tidak hanya diarahkan untuk membantu korban secara langsung, tetapi juga memastikan lokasi kebakaran kembali aman. Puing, paku, pecahan kaca, kabel listrik yang terputus, serta material berbahaya lainnya disingkirkan guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan.

Di sisi lain, kebutuhan dasar korban juga menjadi perhatian. Dukungan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, air bersih, pakaian layak, fasilitas MCK, serta obat-obatan sesuai kebutuhan.

Pemulihan administrasi korban juga menjadi bagian penting pascakebakaran. Dokumen yang hilang atau rusak, seperti KTP, KK, ijazah maupun dokumen kepemilikan rumah, dapat dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mendapatkan pengurusan kembali.

Dari sisi keamanan lingkungan, pengecekan terhadap instalasi utilitas juga diperlukan. Koordinasi dengan pihak terkait seperti PLN, PDAM maupun penyedia jaringan gas dilakukan untuk memastikan tidak terdapat potensi korsleting, kebocoran, atau bahaya lain yang dapat memicu insiden lanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa penanganan pascakebakaran tidak berhenti setelah api padam. Kehadiran aparat dan masyarakat diperlukan untuk membantu korban bangkit sekaligus mengembalikan kondisi lingkungan agar kembali aman dan layak.

“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas bersama. Kami hadir untuk membantu korban, mengamankan lingkungan, serta memastikan lokasi pascakebakaran dapat segera ditangani agar tidak menimbulkan bahaya lanjutan,” pungkas Babinsa.

(Red*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *