CEPOT KEMBAR lakon Wayang Golek di Resepsi Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama

CEPOT KEMBAR lakon Wayang Golek di Resepsi Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama

Spread the love

Karawang.31 Januari 2025-Mediatnipolri.com-Penyebaran agama Islam melalui wayang golek memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU), terutama dalam pendekatan dakwah yang mengedepankan budaya lokal sebagai sarana penyampaian ajaran Islam. NU dikenal sebagai organisasi Islam yang menggunakan metode Islam Nusantara, yaitu pendekatan Islam yang menghargai dan mengakomodasi tradisi serta budaya setempat.

Hubungan Wayang Golek dan NU dalam Dakwah Islam

1. Akulturasi Budaya dan Islam

NU mendukung penyebaran Islam melalui seni dan budaya, termasuk wayang golek yang populer di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Para ulama NU memanfaatkan wayang golek untuk menyampaikan ajaran Islam dengan memasukkan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan kisah-kisah Islami ke dalam cerita pewayangan.

 

2. Peran Wali Songo

Tradisi penggunaan wayang dalam dakwah sudah dimulai sejak zaman Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga yang menggunakan wayang kulit di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pengaruh dakwah Wali Songo ini juga meluas ke Jawa Barat, di mana wayang golek berkembang dengan nuansa Islam yang lebih kuat.

3. Kiai dan Dalang sebagai Dai

Beberapa kiai NU di Jawa Barat dan daerah lain sering bekerja sama dengan dalang dalam pertunjukan wayang golek bernuansa Islam.

Ada pula dalang yang berasal dari lingkungan NU, sehingga cerita yang disampaikan mengandung ajaran Islam sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

4. Pesantren dan Pelestarian Wayang Golek Islami

NU melalui pesantren dan majelis taklim turut melestarikan wayang golek sebagai media dakwah.

Beberapa pesantren bahkan mengajarkan seni wayang sebagai bagian dari metode dakwah berbasis budaya.

5. Modernisasi Dakwah Melalui Wayang

Beberapa tokoh NU mendukung penggunaan media modern dalam dakwah wayang golek, seperti siaran televisi, YouTube, dan media sosial, agar lebih relevan dengan generasi muda.

Korelasi dengan diadakannya Resepsi Harlah ke-102 NU di Ponpes Raudhatul Quran di wilayah MWC NU Cilamaya Kulon Pengasuh Ponpes KH. Akhmad Syamsuri. SQ. sebagai edukasi santri santri mengenal sejarah penyebaran agama islam melalui Pagelaran Seni Budaya Nusantara Wayang Golek oleh Dalang Ki Kanjeng Sebodo alias Ki Dalang Linglung yang mengambil Lakon CEPOT KEMBAR

Red.YYMuhariq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *