Minahasa Selatan, Sulut | breaking news MediaTNI-POLRI.com — Forkopimda pada Senin, 6 Oktober 2025. Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bekerja sama dengan Tim Satgaswil Densus 88 AT Polri Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan Sambang Desa dan Sosialisasi Kamtibmas di Balai Pertemuan Umum Tompaso Baru Selasa, 7 Oktober 2025.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 150 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk Camat, Lurah, Hukum Tua, perangkat ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa KKN dari tiga wilayah di Dapil 3 Minsel, yakni Kecamatan Modoinding, Maesaan, dan Tompaso Baru.
Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, S.H., memimpin langsung kegiatan ini bersama jajaran Forkopimda. Kepala Badan Kesbangpol Minsel, Ifke Anita Pondaag, S.E., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun wilayah yang aman dan kondusif melalui dengar pendapat.
Kompol Irfan Umar dari Densus 88 AT Polri Satgaswil Sulut menyampaikan materi mendalam terkait Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Beliau menjelaskan tentang pengenalan IRET, jaringan terorisme, modus penyebaran pahamnya, hingga upaya praktis pencegahan dan penangkalannya di tingkat masyarakat.
Tim Densus 88 AT Polri juga membagikan nomor call center dan akun media sosial kepada seluruh peserta untuk melaporkan indikasi penyebaran paham IRET di lingkungan masing-masing. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi.
Selain dari pihak kepolisian, para narasumber dari Forkopimda Minsel juga menyampaikan materi sesuai peran dan fungsinya masing-masing dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Mereka antara lain Bupati Minsel, Ketua DPRD Kab. Minsel, dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Minsel.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan bertanya kepada narasumber. Sesi diskusi yang interaktif memungkinkan peserta untuk memperoleh jawaban langsung dari narasumber terkait permasalahan yang dihadapi.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang. Kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan kondusif, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan aktif dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membangun wilayah yang aman dan kondusif. (Red)
