Di Saat Desa Lain Berlomba Majukan BUMDes, Tegalsari Justru Terdiam dalam Tanda Tanya

Di Saat Desa Lain Berlomba Majukan BUMDes, Tegalsari Justru Terdiam dalam Tanda Tanya

Spread the love

Mediatnipolri.com/Karawang _
Di tengah geliat desa-desa lain yang berlomba-lomba mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, justru tampak berjalan di tempat. Tidak ada aktivitas, tidak ada geliat, hanya sunyi — seolah program BUMDes di desa ini tertidur panjang di tengah semangat pembangunan yang menggema di sekitarnya.

Ketika tim media mencoba menelusuri lebih jauh, Sekretaris Desa Tegalsari, Ciming, hanya memberikan jawaban singkat.

“Silakan langsung konfirmasi ke Kepala Desa,” ujarnya singkat, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sayangnya, Kepala Desa Tegalsari, Suryana, tak berada di tempat saat dikonfirmasi, dan hingga berita ini diturunkan, belum memberikan tanggapan resmi terkait keberadaan BUMDes di wilayahnya.

Namun, suara warga mulai terdengar. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan kondisi BUMDes di desanya yang hingga kini belum menampakkan hasil nyata. Bahkan, ia menyebut pernah mendengar kabar tak sedap terkait dana BUMDes yang diduga tidak sampai ke tangan pengurus.
“Menurut informasi yang beredar, dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan BUMDes itu diduga sempat terpakai oleh oknum bendahara desa,” ujarnya lirih. Ia juga menambahkan, kabarnya dana tersebut telah diganti dalam bentuk sebidang sawah milik orang tua bendahara, yang kini diserahkan kepada pemerintah desa. “Tapi katanya belum bisa dicairkan, karena masih berupa sawah,” tambahnya.

Isu itu pun terus berhembus di tengah masyarakat Tegalsari, menimbulkan tanda tanya besar. Apakah benar dana BUMDes digunakan tidak semestinya? Ataukah hanya kesalahpahaman di lapangan yang belum dijelaskan secara terbuka?
Hingga kini, ketua BUMDes Tegalsari maupun Kepala Desa Suryana belum memberikan klarifikasi resmi. Warga menanti jawaban, sementara waktu terus berjalan, dan semangat pembangunan desa-desa tetangga semakin meninggalkan Tegalsari yang masih terjebak dalam kabut pertanyaan.

Di saat desa lain menulis kisah sukses dengan BUMDes-nya, Tegalsari justru menyisakan cerita tentang harapan yang tertunda — harapan agar transparansi dan kejujuran kembali menjadi napas pembangunan di tanah tempat mereka berpijak.

(Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *