
Cirebon | Mediatnipolri.com
Kepedulian terhadap kelestarian Gunung Ciremai kembali disuarakan oleh putra daerah Cirebon, Raden T. Hartono yang dikenal dengan nama Raden Gelap Ngampar. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk perusakan lingkungan di kawasan Gunung Ciremai.


Raden T. Hartono merupakan Pemimpin Redaksi Mediatnipolri.com, tergabung dalam tim multimedia Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, serta pernah aktif sebagai Relawan Kuda Putih Karawang team pemenangan drg. Putih Sari (Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra). Ia juga menjabat sebagai Ketua PAC SATRIA Gerindra Karawang sejak 2014, serta turut mendukung dan mendorong pemenangan Presiden RI Prabowo Subianto. Sejak tahun 2023, ia menetap di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sebagai putra Cirebon, Raden T. Hartono memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat dengan Gunung Ciremai. Ia mengungkapkan bahwa kakek buyutnya dimakamkan di Makam Linggarjati, Kabupaten Kuningan, yang berada di kawasan lereng Gunung Ciremai.
Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat memiliki peran vital sebagai kawasan resapan air, habitat flora dan fauna, serta penyangga keseimbangan lingkungan bagi wilayah Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai bentuk kerusakan ekosistem, seperti penebangan liar dan aktivitas ilegal lainnya, akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mulai dari krisis air bersih, potensi longsor, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.
“Saya adalah putra Cirebon, dan Ciremai adalah bagian dari identitas kami. Siapa pun yang dengan sengaja merusak ekosistem, melakukan penebangan liar, atau mengambil keuntungan dengan mengorbankan alam, akan saya lawan. Saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta berani bersuara apabila menemukan praktik perusakan alam.
Menurutnya, menjaga Gunung Ciremai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, Raden T. Hartono alias Raden Gelap Ngampar mendorong penegakan hukum yang tegas dan konsisten terhadap para pelaku perusakan lingkungan di kawasan Gunung Ciremai. Ia mengingatkan bahwa tanpa tindakan nyata, kerusakan alam dikhawatirkan akan semakin meluas dan sulit untuk dipulihkan.
“Ciremai bukan untuk dieksploitasi, melainkan untuk dijaga dan diwariskan kepada anak cucu kita. Diam berarti membiarkan kehancuran terjadi,” pungkasnya.
(Red)
