Kordinator Aksi Abu Rizal Bakri, Wisnu Advokat Kondang Bersama Dua Temannya Bacakan Puisi Kritik di Atas Mobil Depan Kantor DPRD

Kordinator Aksi Abu Rizal Bakri, Wisnu Advokat Kondang Bersama Dua Temannya Bacakan Puisi Kritik di Atas Mobil Depan Kantor DPRD

Spread the love

Pali, Sumsel, media tni-polri – Abu Rizal Bakri, S.Ag., Wisnu sala satu Advokat kondang dan dua orang rekannya menggelar aksi pembacaan puisi di atas sebuah mobil yang terparkir di depan Kantor DPRD, Senin 19 Januari 2026 di saat menggelar aksi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kinerja wakil rakyat.

Aksi yang berlangsung di depan gedung DPRD itu menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan pembacaan puisi yang dilakukan secara terbuka di terbuka hingga kabar Pali semakin menguak di ruang publik.

Dalam pembacaan puisinya, Abu Rizal Bakri menyuarakan berbagai pesan moral, kritik sosial, serta harapan kepada para anggota DPRD agar lebih peka terhadap persoalan rakyat. Puisi tersebut menggambarkan kegelisahan masyarakat atas berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan publik.

Wisnu, SH sala satu Advokat kondang yang turut hadir dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi melalui puisi merupakan bentuk ekspresi intelektual dan kultural yang damai. Menurutnya, seni dan sastra dapat menjadi media yang efektif untuk mengingatkan para pengambil kebijakan agar tetap berpijak pada nilai keadilan dan amanah rakyat.
Aksi pembacaan puisi ini berlangsung dengan tertib dan kondusif. Aparat keamanan (polres Pali) saat itu terlihat melakukan pengawasan tanpa berpihak guna memastikan kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum. “Thank you for you polres Pali”.

Melalui aksi tersebut, kordinator aksi Abu Rizal Bakri S, Ag dan juga para peserta berharap DPRD dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat serta menindaklanjuti kritik dan aspirasi yang disampaikan. Mereka menegaskan bahwa puisi bukan sekadar karya sastra, melainkan juga suara hati rakyat yang menuntut perubahan dan perbaikan kebijakan yang sekarang ini sedang di abaikan.

Penulis:Ansori (Toyeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *