Indramayu,Mediatnipolri-Beredar luas di media sosial sebuah gambar berbahasa Persia yang mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah syahid akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut TIDAK BENAR (HOAKS).
Isi Klaim yang Beredar,Unggahan tersebut berisi narasi belasungkawa dan menyebut Ayatollah Khamenei wafat dalam serangan militer. Konten itu juga mencantumkan logo serta nama media Iran untuk memberikan kesan seolah-olah merupakan pernyataan resmi.
Hasil Klarifikasi dan Cek Fakta,
1. Sumber Tidak Resmi Akun yang mengatasnamakan Tasnim News Agency bukan merupakan akun resmi. Hingga klarifikasi ini diterbitkan, Tasnim News tidak pernah memuat atau mengumumkan informasi terkait klaim wafatnya Ayatollah Khamenei.
2. Tidak Ada Konfirmasi Negara & Media Global,Peristiwa sebesar wafatnya pemimpin tertinggi sebuah negara tentu akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah Iran melalui kantor berita negara seperti Islamic Republic News Agency serta diliput secara luas oleh media internasional. Faktanya, tidak terdapat pengumuman resmi maupun pemberitaan global yang membenarkan klaim tersebut.
3. Pola Disinformasi,Konten serupa kerap digunakan dalam praktik perang informasi untuk,Memicu kepanikan publik,Mengguncang stabilitas psikologis masyarakat,Meningkatkan tensi geopolitik melalui penyebaran informasi palsu
Kesimpulan,Informasi yang menyatakan Ayatollah Ali Khamenei telah wafat adalah rekayasa digital atau hoaks. Berdasarkan pemantauan sumber resmi dan media kredibel, Ayatollah Ali Khamenei masih menjalankan tugasnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Imbauan kepada Publik,Verifikasi kabar sensitif melalui media resmi pemerintah dan kantor berita internasional terpercaya.Waspadai akun tiruan yang meniru nama maupun logo media resmi,Jangan mudah membagikan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.Mari bersama-sama bijak dalam bermedia sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
(Khaerudin Wakaperwil Jabar)
