Mediatnipolri.com
OGAN ILIR – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai lebih dalam oleh Fitroh, seorang aktivis dan penggiat sosial, sebagai bukan sekadar tradisi tahunan atau perayaan seremonial semata. Lebih dari itu, Idul Fitri disebut sebagai titik balik spiritual dalam perjalanan manusia menuju kesucian diri.
Dalam keterangannya, Fitroh menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan refleksi dari kemenangan setelah menjalani proses panjang pengendalian diri selama bulan Ramadan.
“Idul Fitri bukan hanya tentang kembali ke nol, tetapi tentang bagaimana manusia benar-benar mensucikan diri, baik secara lahir maupun batin,” ujarnya.
Lebih jauh, Fitroh mengaitkan makna Idul Fitri dengan dimensi spiritual dalam ilmu makrifat. Menurutnya, hakikat dari Idul Fitri adalah perjalanan batin untuk mengenal diri dan mengenal Tuhan secara lebih dekat.
“Dalam perspektif makrifat, mensucikan diri bukan hanya membersihkan dosa secara lahiriah, tetapi juga membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, sombong, dan kebencian. Ini adalah proses mengenal hakikat diri sebagai hamba,” jelasnya.
Ia menambahkan, Idul Fitri menjadi momentum penting bagi setiap individu untuk kembali pada fitrah—yakni keadaan suci yang selaras dengan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Sebagai aktivis sosial, Fitroh juga menekankan bahwa kesucian diri harus tercermin dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Kesalehan tidak cukup hanya dalam ibadah, tapi harus hadir dalam kepedulian sosial. Membela yang lemah, menyuarakan keadilan, dan menjadi bagian dari solusi adalah wujud nyata dari Idul Fitri yang hakiki,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Fitroh mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat persaudaraan, saling memaafkan, serta memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih adil dan beradab.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali pada fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di tengah masyarakat,” tutupnya
