Mediatnipolri.com
Kabupaten PALI – Kepemimpinan Kepala Departemen CLO di PT SLR menuai sorotan tajam setelah munculnya indikasi lemahnya komunikasi internal yang berpotensi memicu konflik di lingkungan kerja.
Selama kurang lebih satu tahun menjabat di wilayah Kabupaten PALI, kepala departemen tersebut dikabarkan belum pernah melakukan pertemuan tatap muka dengan para bawahannya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas kepemimpinan yang dijalankan.
Alih-alih membangun hubungan kerja yang solid, pola komunikasi yang terjadi disebut hanya berfokus pada pengawasan absensi karyawan. Pendekatan yang cenderung administratif ini dinilai mengabaikan aspek fundamental dalam kepemimpinan, yakni membangun kedekatan, kepercayaan, dan pemahaman terhadap tim.
Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa situasi ini telah memicu ketidaknyamanan di lingkungan departemen. Minimnya interaksi langsung dianggap menciptakan jarak antara atasan dan bawahan, sekaligus menghambat penyelesaian masalah secara efektif.
“Selama ini tidak ada upaya untuk mengenal tim secara langsung. Komunikasi hanya sebatas menanyakan kehadiran. Ini bukan kepemimpinan, tapi sekadar kontrol administratif,” inilah yang terjadi.
Pengamat manajemen menilai, peran kepala departemen seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai problem solver dan penggerak tim. Ketidakhadiran pemimpin dalam interaksi langsung dinilai sebagai bentuk kegagalan dalam menjalankan fungsi dasar kepemimpinan.
Lebih jauh, kondisi ini berpotensi merusak kultur kerja di dalam perusahaan. Tanpa adanya hubungan yang humanis, suasana kerja yang sehat sulit tercipta, dan konflik internal berisiko semakin membesar.
“Bagaimana mungkin membangun lingkungan kerja yang kondusif jika pimpinan dan bawahan bahkan tidak saling mengenal,” itulah logika..
Penulis: Ansori (Toyeng)
