PERNYATAAN SIKAP
PANGBES LASKAR KUDA PUTIH RD.MUHAMMAD YAHYA JAYA
Kami mengecam keras sikap tidak profesional yang diduga dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono terhadap DIPERTUAN AGUNG DANRI Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon.

Ini bukan sekadar pembatalan pertemuan biasa. Ini menyangkut penghormatan terhadap marwah Kesultanan Nusantara yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga persatuan bangsa dan tanah air.
Kanjeng Sultan Sepuh datang membawa niat baik untuk membantu program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto melalui optimalisasi lahan ulayat kesultanan demi kepentingan rakyat dan negara. Namun sangat disayangkan, agenda resmi yang sudah terjadwal malah dibatalkan mendadak dengan alasan “dipanggil Presiden”, sementara pada saat yang sama Presiden RI sedang berada di Filipina dalam agenda kenegaraan.
Maka publik berhak bertanya:
Benarkah dipanggil Presiden, atau hanya alasan untuk menghindari pertemuan dengan Sultan Nusantara?
Kami mengingatkan dengan tegas:
Jangan pernah meremehkan Sultan kami.
Pejabat itu sifatnya sementara. Hari ini menjabat, besok bisa tidak. Tapi Kesultanan Cirebon sudah berdiri ratusan tahun sebelum republik ini lahir.
Bahkan perlu diingat, banyak institusi negara hari ini berdiri di atas tanah-tanah ulayat dan sejarah panjang perjuangan para leluhur Nusantara. Jangan sampai para pejabat lupa akar sejarah bangsanya sendiri.
Kami dari Laskar Kuda Putih berdiri tegak menjaga kehormatan Sultan Sepuh Cirebon dan seluruh marwah Raja-Sultan Nusantara yang hari ini justru aktif membantu NKRI, menjaga budaya, menjaga persatuan, serta mendukung program pemerintah.
Kami meminta Kementerian Pertanian RI memberikan klarifikasi terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan kegaduhan dan kesan adanya pelecehan terhadap simbol adat dan sejarah bangsa.
Hormati Sultan Nusantara.
Hormati sejarah bangsa sendiri.
PANGBES LASKAR KUDA PUTIH LASKAR ADAT KERATON KASEPUHAN KESULTANAN CIREBON
(Red)
