BITUNG — sulut | MediaTNI-Polri.com —Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kota Bitung menjadi panggung penguatan persatuan nasional melalui budaya, kebersamaan, dan sinergitas lintas elemen bangsa. Dalam semarak Parade Nusantara yang digelar Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung bersama pemerintah daerah, tokoh adat, TNI-Polri, organisasi masyarakat, dan komunitas lintas budaya, perhatian turut tertuju pada peran Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ yang menegaskan pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (20/5/2026) itu dipadati ribuan warga yang memadati jalur utama Kota Bitung untuk menyaksikan parade budaya Nusantara yang menampilkan pakaian adat daerah, marching band, tarian tradisional hingga atraksi budaya lintas etnis dan agama.
Parade dimulai dari halaman Satrol Kodaeral VIII dan berakhir di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung. Sebanyak 34 kelompok peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menampilkan kekayaan budaya Indonesia sebagai simbol persatuan nasional.
Dalam momentum itu, Komandan Satrol Kodaeral VIII Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., resmi dikukuhkan sebagai Tonaas Tonsea Waraney UN Tasik oleh Majelis Adat Budaya Tonsea.
Selain Dansatrol Bitung, penghargaan gelar adat budaya Tonsea juga diberikan kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ serta Polres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH
Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Kebangkitan nasional harus terus dimaknai sebagai semangat bersama untuk menjaga persatuan bangsa. Indonesia kuat karena keberagamannya, dan budaya menjadi perekat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya
Menurut Dandim, sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat merupakan modal besar dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat semangat nasionalisme.
“Momentum seperti ini memperlihatkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama bangsa. Ketika seluruh unsur bersatu, menjaga nilai budaya dan toleransi, maka kita sedang merawat Indonesia,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam Parade Nusantara Harkitnas 2026 yang dinilai menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme terus tumbuh di tengah perkembangan zaman.
“Keterlibatan generasi muda menjadi harapan besar bagi masa depan bangsa. Semangat gotong royong, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap budaya harus terus diwariskan,” ungkapnya.
Menurut Dandim, penghormatan terhadap budaya lokal juga memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi.
“Budaya bukan sekadar warisan leluhur, tetapi kekuatan sosial yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat karakter bangsa,” tambahnya.
Kegiatan Harkitnas 2026 di Kota Bitung juga diwarnai deklarasi damai yang dipimpin langsung oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, prosesi budaya, serta kolaborasi berbagai organisasi masyarakat lintas suku dan agama yang menunjukkan semangat kebhinekaan tetap hidup dan menjadi fondasi pembangunan daerah.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 1310/Bitung bersama seluruh unsur Forkopimda menegaskan komitmen menjaga persatuan, keamanan, serta memperkuat nilai kebangsaan demi kemajuan Kota Bitung dan Indonesia secara keseluruhan. Ujarnya,” Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ
