KWT Aster Lelea Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Petani Cerdas Iklim

KWT Aster Lelea Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Petani Cerdas Iklim

Spread the love

INDRAMAYU — Perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi mendorong para petani untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam mengelola pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Aster Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, mengikuti Pelatihan Petani Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture) yang berlangsung di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cianjur pada 18 hingga 22 Mei 2026.
Kegiatan yang mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem terhadap produktivitas pertanian.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pertanian adaptif berbasis iklim, mulai dari pengelolaan pola tanam, pengenalan perubahan musim, hingga teknik pengamatan curah hujan secara mandiri. Materi tersebut dinilai penting karena kondisi cuaca yang tidak menentu kerap memengaruhi hasil panen petani.
Tidak hanya menerima teori di ruang kelas, peserta juga menjalani praktik lapangan melalui kunjungan edukatif ke PPTPI (Perkumpulan Petani Tanggap Perubahan Iklim) di Dusun Citatah, Desa Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari secara langsung metode pencatatan curah hujan dan analisis sederhana kondisi iklim untuk kebutuhan pertanian.
Perwakilan KWT Aster menyebutkan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan akan segera diterapkan di lingkungan pertanian Desa Lelea. Menurut mereka, data curah hujan lokal dapat menjadi acuan penting dalam menentukan jadwal tanam, memilih jenis varietas yang sesuai, serta mengantisipasi potensi gagal panen akibat perubahan cuaca.
“Petani harus mulai terbiasa membaca kondisi iklim agar tidak hanya bergantung pada perkiraan musim. Dengan data yang dimiliki sendiri, keputusan pertanian bisa lebih tepat,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Langkah yang dilakukan KWT Aster dinilai menjadi contoh positif dalam mendorong pertanian modern yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Selain memperkuat kesiapan petani menghadapi perubahan iklim, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan desa melalui penerapan teknologi dan pengamatan iklim berbasis masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *