BITUNG — sulut | MediaTNI-Polri.com — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, Satrol Kodaeral VIII menggelar kegiatan bertema _“Harmoni Kebudayaan Nusantara — Bangkit Bersama, Wujudkan Indonesia Maju”_ di Lapangan Satrol Kodaeral VIII hingga Lapangan Kantor Walikota Bitung, Rabu 20 Mei 2026 pukul 14.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengamalan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP selaku tuan rumah membuka prosesi dengan berdiri di depan tenda utama. Dari titik start inilah perwira menengah TNI AL tersebut secara resmi melepas puluhan iring-iringan budaya yang merefleksikan nilai perjuangan bangsa dan peran generasi muda sebagai penerus jati diri bangsa.
Kolonel Marvill hadir bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bitung. Tampak mendampingi di sampingnya Dandim 1310/Bitung, Kajari Bitung, dan Kapolres Bitung yang memberikan penghormatan saat bendera start dikibarkan. Kehadiran lengkap Forkopimda menunjukkan sinergi antara TNI-POLRI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam merawat kebudayaan nasional.
Langkah tegap 34 kelompok peserta pawai langsung bergerak dinamis begitu aba-aba keberangkatan diberikan. Hentakan kaki peserta yang berbaris rapi berpadu dengan iringan tarian adat Minahasa, Cakalele, yang membuka jalur utama rute parade menuju Lapangan Pemerintah Kota Bitung. Pawai ini menjadi ruang ekspresi kebhinekaan sekaligus penguatan identitas budaya lokal.
Rangkaian kegiatan meliputi Pawai Parade Budaya Nusantara, Penganugrahan Adat, dan Deklarasi Damai _“Torang Orang Bitung”_. Seluruh rangkaian diselaraskan dengan amanat UU Pemajuan Kebudayaan yang menekankan pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan untuk memperkuat persatuan bangsa.
Di sela prosesi, Kolonel Marvill memberikan apresiasi tinggi kepada Majelis Adat Budaya Dewan Musyawarah Masyarakat Minahasa dan Badan Kesbangpol yang mengawal ketertiban barisan. Ia menegaskan bahwa semangat kegiatan ini sejalan dengan filosofi _“Tou Timou Tumou Tou”_ yang dicetuskan pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi. Semboyan ini mengajarkan masyarakat untuk saling mendidik dan memanusiakan sesama demi menjaga kerukunan di Bumi Nyiur Melambai.
Berbagai elemen masyarakat, komunitas budaya, pemuda, pelajar, organisasi adat, dan instansi terlibat sebagai bentuk kolaborasi menjaga persatuan. Acara dimeriahkan pertunjukan seni budaya Nusantara, atraksi musik dan tarian tradisional, spot foto budaya, serta kolaborasi komunitas dan organisasi kepemudaan yang menjadi ruang aktualisasi generasi muda.
Komandan Satrol Kodaeral VIII menyampaikan terima kasih kepada komunitas suku Nias, Taman Sulut Mahasatu, KKIG, Ikatan Silaturahmi Akbar Indonesia, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Dinas Pendidikan, GNP, hingga siswa SMP Indonesia yang turut berpartisipasi. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya dan kebangsaan sebagai bentuk sinergi TNI AL bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Satrol Kodaeral VIII mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung hadir dan memeriahkan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Nusantara. _“Mari bersama menjaga warisan budaya, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda demi Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing,”_ ujar Kolonel Marvill.
