Yayasan Karunia Insani Perkuat Kompetensi Konselor Menuju Satu Dekade Pengabdian

Yayasan Karunia Insani Perkuat Kompetensi Konselor Menuju Satu Dekade Pengabdian

Spread the love

REJANG LEBONG – Upaya memperkuat layanan rehabilitasi narkotika di Indonesia kembali mendapat dorongan. Yayasan Karunia Insani bersama Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menggelar _Skill Training Workshop Treatnet Vol.B: Motivational Interviewing and Cognitive Behavioral Therapy_ di Hotel Syakilah Curup, 9–12 Juni 2026.

Kegiatan empat hari ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol. Roby Karya Adi, S.I.K., M.H. Hadir pula 32 konselor adiksi dan praktisi rehabilitasi dari Pekanbaru, Jambi, Padang, Palembang, Lubuklinggau, Musi Rawas, Pagar Alam, Prabumulih, Kota Bengkulu, hingga tuan rumah Rejang Lebong.

Peringatan soal Tren Penyalahgunaan Narkotika

Dalam sambutannya, Roby menyebut narkoba sebagai _extraordinary crime_ yang terus menggerus generasi bangsa. Data Survei Nasional 2025 dari BNN, BRIN, dan BPS menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia naik menjadi 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Angka ini meningkat dibanding survei sebelumnya yang berada di 1,73 persen.

Yang lebih mengkhawatirkan, peredaran narkoba kini tak lagi berhenti di kota besar. “Kini sudah menjangkau pelosok desa. Bahkan anak di bawah umur bisa mengaksesnya,” tegas Roby.

Rejang Lebong disebutnya sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Berada di perbatasan dengan Sumatera Selatan, kabupaten ini berpotensi menjadi jalur masuk peredaran narkotika. Karena itu, BNN Provinsi Bengkulu mendorong percepatan pembentukan Badan Narkotika Kabupaten Rejang Lebong agar upaya pencegahan dan penanganan bisa lebih terstruktur.

Rehabilitasi sebagai Aset Bangsa
Roby mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika bukan hanya soal kesehatan fisik. Dampaknya merambat ke aspek psikologis, sosial, hingga ekonomi. Karena itu, penanganannya butuh pendekatan komprehensif lintas sektor.

Ia menegaskan setiap individu yang berhasil keluar dari ketergantungan adalah aset berharga. “Melalui rehabilitasi yang tepat dan berkelanjutan, mereka punya kesempatan pulih dan kembali menjalankan fungsi sosialnya secara produktif di tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi khusus diberikan kepada Yayasan Karunia Insani yang dinilai konsisten memperkuat kompetensi konselor rehabilitasi. Pelatihan Treatnet Vol.B ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan tersebut.

Bekali Konselor dengan Pendekatan Internasional

Workshop ini menghadirkan narasumber Narendra Narotama, S.T., M.E. Fokus pelatihan adalah penguatan kapasitas SDM dalam layanan rehabilitasi melalui dua pendekatan yang sudah diakui internasional: _Motivational Interviewing_ dan _Cognitive Behavioral Therapy_.

Dua metode ini dirancang untuk membantu konselor mendampingi klien mengubah pola pikir dan perilaku yang mendorong penyalahgunaan zat adiktif. Dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah, diharapkan proses pemulihan bisa berjalan lebih efektif dan humanis.

Kehadiran peserta dari 10 daerah menunjukkan komitmen para pegiat rehabilitasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Mereka datang dari Pekanbaru, Jambi, Padang, Palembang, Lubuklinggau, Musi Rawas, Pagar Alam, Prabumulih, Kota Bengkulu, dan Rejang Lebong.

Satu Dekade Pengabdian Yayasan Karunia Insani

Ketua Yayasan Karunia Insani, Afriyansyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu dekade perjalanan yayasan.

“Selama satu dekade ini tentu tidak selalu mudah. Ada tantangan, keterbatasan, dan proses panjang yang harus dilalui. Namun berkat dukungan banyak pihak, kami bisa terus tumbuh dan berkontribusi bagi kemanusiaan,” katanya.

Momentum satu dekade, menurut Afriyansyah, bukan sekadar perayaan. Ini adalah titik awal untuk memperluas dampak, memperkuat kemitraan, dan melahirkan lebih banyak insan yang siap melayani dengan kompetensi dan hati.

“Kami percaya investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Ketika kualitas SDM meningkat, kualitas pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin baik,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. Aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring kolaborasi agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di lapangan.

Dukungan Penuh Pemkab Rejang Lebong
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Asisten I Setdakab juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Plt Bupati menyebut workshop sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas konselor adiksi yang berada di garis depan pendampingan korban narkotika.

“Kami siap berkolaborasi dalam berbagai program pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat. Tujuannya satu, mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Selama empat hari, para peserta akan memperdalam teknik konseling berbasis bukti ilmiah. Harapannya, keterampilan baru ini bisa langsung diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi di daerah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *