
CIREBON, – Seleksi calon Pembimbing Tahfidz Program Indonesia Mengajar Al-Qur’an (IMRAN) Zona Timur Kabupaten Cirebon digelar di Kantor KBNU–MWCNU Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/6/2026).


Kegiatan ini diselenggarakan oleh MWCNU Gebang sebagai bagian dari program pemerintah kabupaten cirebon cq dinas pendidikan kabupaten cirebon bekerjasma dengan PC NU Kab. Cirebon upaya untuk memperkuat pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di tingkat desa dan kecamatan.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua MWCNU Gebang, KH Mulhtar Goni, serta dihadiri para Ketua MWCNU se-wilayah timur Kabupaten Cirebon dan peserta Program IMRAN.
Hingga pelaksanaan seleksi, tercatat sebanyak 71 peserta mengikuti proses penjaringan calon pembimbing tahfidz. Peserta berasal dari sejumlah MWCNU di wilayah timur Kabupaten Cirebon, yakni Gebang, Pangenan, Babakan, Losari, Pabedilan, Pabuaran, Waled, dan Ciledug. Sementara MWCNU Pasaleman dan Karangwareng masih diberi kesempatan untuk mengusulkan peserta pada tahap lanjutan.
Panitia menyampaikan bahwa masa pendaftaran diperpanjang selama dua hari guna memberikan kesempatan kepada MWCNU yang jumlah pesertanya masih belum memenuhi kuota.
Mekanisme penjaringan tambahan peserta akan dilakukan oleh masing-masing MWCNU sesuai kebutuhan dan potensi wilayahnya.
Program IMRAN menargetkan keterwakilan calon pembimbing tahfidz dari setiap desa. Oleh karena itu, jumlah peserta ideal disesuaikan dengan jumlah desa yang berada di masing-masing kecamatan atau wilayah kerja MWCNU.
Kehadiran para pembimbing nantinya diharapkan mampu memperluas jangkauan pembelajaran dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Melalui seleksi ini, penyelenggara berharap dapat melahirkan pembimbing tahfidz yang memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan mengajar, serta komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an. Para peserta yang lolos seleksi akan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Indonesia Mengajar Al-Qur’an (IMRAN) di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen Nahdlatul Ulama dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan mencetak generasi yang ahli Al-Qur’an.
(Red)
