Tanjungpinang, mediatnipolri.com – 4 Juli 2026
Semangat pengabdian dan kebersamaan ditunjukkan para Dewan Hakim asal Kota Batam yang berangkat menuju Tanjungpinang untuk mengemban amanah sebagai dewan hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Sejak pagi hari, suasana penuh keakraban tampak mewarnai keberangkatan rombongan dari Pelabuhan Punggur, Batam. Melalui koordinasi yang dilakukan secara intensif antara panitia transportasi dan para Dewan Hakim, seluruh proses keberangkatan berlangsung tertib dan lancar.
Rombongan bertolak menggunakan kapal Oceanna 3 pada pukul 09.15 WIB. Sebelum kapal diberangkatkan, panitia terlebih dahulu melakukan pendataan seluruh anggota rombongan guna memastikan tidak ada peserta yang tertinggal serta memudahkan proses penjemputan saat tiba di Tanjungpinang.
Di tengah koordinasi tersebut, beberapa anggota rombongan yang sempat mengalami perubahan jadwal keberangkatan tetap mendapatkan perhatian dari panitia. Berkat komunikasi yang baik, seluruh peserta dapat menyesuaikan perjalanan masing-masing sehingga tidak mengganggu kesiapan mengikuti agenda MTQH.
Sekitar satu jam perjalanan laut, rombongan akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Kedatangan mereka langsung disambut panitia transportasi yang telah bersiap mengarahkan rombongan menuju kendaraan untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi penginapan.
Kehadiran para Dewan Hakim dari Kota Batam menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan MTQH Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Mereka dipercaya untuk menjalankan tugas penilaian secara profesional, objektif, adil, dan berintegritas terhadap seluruh peserta musabaqah dari kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari Batam ke Tanjungpinang, tetapi juga menjadi wujud komitmen para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat yang tergabung sebagai Dewan Hakim untuk memberikan pengabdian terbaik dalam menjaga kualitas pelaksanaan MTQH.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, mereka diharapkan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik yang akan membawa nama baik Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Kekompakan antara panitia dan rombongan selama perjalanan menjadi gambaran bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di arena perlombaan, tetapi juga oleh koordinasi, pelayanan, dan kebersamaan yang terbangun sejak awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
(Nursalim Turatea).
