Dr. Nursalim Bantah Isi Pemberitaan yang Mencatut Namanya: Tidak Pernah Diwawancarai atau Dimintai Konfirmasi

Dr. Nursalim Bantah Isi Pemberitaan yang Mencatut Namanya: Tidak Pernah Diwawancarai atau Dimintai Konfirmasi

Spread the love

 

Batam – Dr. Nursalim Tinggi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya tangkapan layar yang menampilkan seolah-olah dirinya menjadi narasumber dalam sebuah pemberitaan mengenai dukungan terhadap salah satu tim pada final Piala Dunia 2026.
Menurut Dr. Nursalim, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak pernah berasal dari pernyataan resmi yang disampaikannya kepada media mana pun. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada wartawan yang menghubungi, mewawancarai, maupun meminta konfirmasi kepadanya terkait isi pemberitaan tersebut.
“Saya tidak pernah diwawancarai, tidak pernah dimintai keterangan, dan tidak pernah memberikan pernyataan sebagaimana yang tertulis dalam pemberitaan yang beredar. Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa isi berita tersebut tidak benar dan bukan merupakan pernyataan saya,” tegas Dr. Nursalim.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik jurnalistik yang profesional, setiap informasi yang mengatasnamakan seseorang seharusnya diperoleh melalui proses wawancara, konfirmasi, dan verifikasi yang jelas. Pencantuman nama seseorang beserta pernyataannya tanpa melalui proses tersebut tidak sejalan dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan keberimbangan.
Dr. Nursalim juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial maupun dalam bentuk tangkapan layar. Menurutnya, setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebagai akademisi dan tokoh organisasi, Dr. Nursalim menegaskan komitmennya untuk selalu menghormati kebebasan pers yang bertanggung jawab. Namun, ia juga berharap setiap media dan insan pers tetap menjunjung tinggi profesionalisme dengan mengedepankan verifikasi, konfirmasi kepada narasumber, serta penyampaian informasi yang akurat sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
Dengan adanya klarifikasi ini, Dr. Nursalim berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak lagi mempercayai pemberitaan yang mencatut namanya tanpa melalui proses konfirmasi ataupun wawancara secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *