
KUNINGAN – M T P
Komunitas Riungan Akik Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi dan ngariung bersama para pencinta batu akik di Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, Jumat malam, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpulnya para pencinta batu akik dari berbagai daerah sekaligus menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, bertukar informasi, serta bersama-sama melestarikan keberadaan batu akik berkualitas.
Riungan Akik Kuningan hadir sebagai wadah bagi seluruh pencinta akik di Kabupaten Kuningan. Komunitas ini juga terbuka bagi pencinta batu akik dari luar daerah yang ingin bergabung dan turut meramaikan kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, para pencinta akik mengisi malam dengan suasana santai melalui ngariung dan ngopi bersama, sembari berbincang mengenai berbagai hal seputar batu akik, mulai dari jenis, kualitas, keunikan, hingga potensi batu akik daerah.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri sejumlah sesepuh dan pencinta akik Kuningan, di antaranya Abah Going, Pak Eka, Pak Arul, serta sejumlah anggota lainnya. Hadir pula pencinta akik dari Cirebon yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Menariknya, kegiatan tersebut juga dihadiri seorang pencinta batu akik dari Kalimantan, Bang Jai Pratama. Kehadiran pencinta akik dari luar daerah tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap batu akik mampu menjadi jembatan untuk memperluas persaudaraan lintas daerah.
Para anggota Riungan Akik Kuningan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin. Setiap Jumat malam Sabtu, para pencinta akik berkumpul di kawasan Jalan Siliwangi Kuningan untuk ngariung, ngopi, berbagi pengalaman dan mempererat persaudaraan.
Riungan Akik Kuningan tidak hanya sekadar tempat berkumpul bagi para penggemar batu akik. Lebih dari itu, komunitas ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk menjaga eksistensi dan melestarikan batu akik berkualitas, khususnya yang memiliki nilai dan karakteristik khas daerah.
Dengan semangat kebersamaan, para pencinta akik ingin membangun hubungan persaudaraan yang semakin kuat di antara komunitas batu akik, baik di Kabupaten Kuningan maupun dengan pencinta akik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Riungan Akik Kuningan bukan hanya soal batu, tetapi juga tentang persaudaraan, silaturahmi dan bagaimana kita bersama-sama menjaga serta melestarikan kecintaan terhadap batu akik,” menjadi semangat yang terus dibangun dalam setiap kegiatan ngariung.
Ke depan, Riungan Akik Kuningan diharapkan semakin berkembang dan dapat menjadi wadah positif bagi para pencinta batu akik untuk saling mengenal, berbagi pengetahuan, serta memperkenalkan potensi batu akik Kuningan kepada masyarakat luas.
(Koswara/Red)
