Semangat Juang 45 Guru SMA 28 Batam, Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Semangat Juang 45 Guru SMA 28 Batam, Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Spread the love

 

BATAM — Semangat juang dan kebersamaan mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA 28 Batam. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, di lapangan olahraga SMA 28 Batam tersebut diikuti para guru dengan penuh antusias dan keceriaan.
Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana kemerdekaan, di antaranya bola voli, loncat kardus, dan estafet balon. Meski dikemas dalam suasana santai dan penuh canda, seluruh peserta tetap menunjukkan semangat kompetisi, sportivitas, serta kekompakan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan sekolah.
Kemeriahan semakin terasa ketika para guru turun langsung mengikuti perlombaan. Bu Elis, Bu Alriani, dan para guru lainnya turut menikmati setiap rangkaian kegiatan. Tawa, sorakan, dan dukungan antarguru membuat lapangan olahraga SMA 28 Batam dipenuhi suasana persaudaraan.
Kepala SMA 28 Batam, Harmen, S.Kom., turut memimpin dan memberikan motivasi secara langsung kepada para guru. Ia terus menyemangati timnya agar tidak mudah menyerah dan tetap memberikan yang terbaik dalam setiap perlombaan.
Pesan yang disampaikan kepala sekolah menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta. “Umur boleh tua, tetapi semangat harus tetap semangat juang ’45,” menjadi gambaran kuat dari suasana kegiatan tersebut. Bagi para guru, usia bukan alasan untuk kehilangan semangat, kreativitas, dan kegembiraan dalam memperingati hari kemerdekaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara para guru. Melalui olahraga dan permainan, mereka dapat membangun kekompakan, saling mendukung, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai perjuangan bangsa.
Peringatan HUT ke-81 RI di SMA 28 Batam akhirnya bukan sekadar kegiatan perlombaan, tetapi menjadi refleksi bahwa semangat kemerdekaan harus tetap hidup di setiap generasi. Usia boleh bertambah, tenaga boleh tidak seperti dahulu, tetapi semangat juang ’45 harus tetap menyala untuk berkarya, mengabdi, dan memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.(Nursalim Turatea).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *