STOP BULLYING — BANGUN GENERASI YANG SALING MENGHARGAI

STOP BULLYING — BANGUN GENERASI YANG SALING MENGHARGAI

Spread the love

 

Penulis : Ryan Sukma R (Wakil Ketua II Dpw Laskar Gibran JawaBarat)

Laskar Gibran Jawa Barat memandang bahwa perundungan bukan sekadar persoalan candaan, kenakalan, atau konflik antarindividu. Bullying dapat meninggalkan dampak sosial dan psikologis yang panjang, terutama bagi anak dan remaja yang sedang membangun kepercayaan diri serta identitasnya.

Pesan dalam buku T. Utami, Stop Bullying: Cegah, Lawan, dan Hentikan Perundungan sejalan dengan pentingnya membangun kesadaran bahwa perundungan harus dicegah, dikenali, dan dihentikan bersama. Pemikiran Dan Olweus melalui Bullying at School: What We Know and What We Can Do juga menempatkan pencegahan bullying sebagai tanggung jawab lingkungan sekolah dan komunitas, bukan semata-mata persoalan antara pelaku dan korban.

Laskar Gibran Jawa Barat meyakini bahwa generasi muda membutuhkan ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat. Tidak boleh ada anak yang merasa takut datang ke sekolah, takut bersosialisasi, atau merasa dirinya tidak berharga hanya karena menjadi sasaran ejekan, penghinaan, pengucilan, kekerasan fisik maupun perundungan di ruang digital.

Karena itu, gerakan melawan bullying harus dimulai dari hal sederhana: berani peduli, berani menegur, berani melapor, dan berani berdiri di samping korban.

Kami juga mengajak orang tua, guru, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat Jawa Barat untuk membangun budaya yang menempatkan empati di atas penghinaan dan persaudaraan di atas kekerasan.

Jangan jadikan perundungan sebagai hiburan.
Jangan diam ketika melihat ketidakadilan.
Jangan biarkan korban menghadapi semuanya sendirian.

STOP BULLYING!

Cegah. Lawan. Hentikan. Lindungi.

Laskar Gibran Jawa Barat
Bersama Generasi Muda, Membangun Ruang Tumbuh yang Aman, Bermartabat, dan Saling Menghargai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *