Proyek Irigasi BBWS di Desa Datar Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi, RAB Dipertanyakan

Proyek Irigasi BBWS di Desa Datar Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi, RAB Dipertanyakan

Spread the love

Kuningan,Mediatnipolri.com

Proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Datar, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan. Pekerjaan yang diklaim merupakan proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya itu terciduk menggunakan material batu kali bulat (belondos) yang diduga berasal dari limbah normalisasi Sungai Sanggarung, Cidahu. Kejadian ini terpantau pada Senin (8/12/2025).

Selain material yang dianggap tidak sesuai, realisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam kontrak kerja juga dipertanyakan. Proyek irigasi yang berada di Dusun Kliwon, Desa Datar tersebut dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang seharusnya.

Dalam pekerjaan konstruksi sipil, penggunaan material wajib mengacu pada detail desain dan spesifikasi teknis yang disetujui oleh direksi pekerjaan atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penggunaan batu kali bulat atau belondos secara umum tidak direkomendasikan untuk pasangan batu (masonry) pada saluran irigasi, karena bentuk dan teksturnya tidak memadai.

Secara teknis, batu kali bulat memiliki permukaan yang halus dan licin sehingga adukan semen sulit menempel sempurna. Kondisi ini mengurangi kekuatan struktural serta membuat pasangan batu rentan rusak akibat tekanan air dan perubahan cuaca. Selain itu, bentuknya yang bulat membuat batu tidak dapat saling mengunci secara stabil, berbeda dengan batu bersudut (batu belah atau batu pecah) yang memberikan ikatan mekanis lebih kuat.

Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi menimbulkan risiko kegagalan konstruksi serta memicu sorotan dalam audit pekerjaan. Standar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) umumnya mensyaratkan penggunaan batu kali atau batu belah yang keras, tidak keropos, kasar, bersudut, serta memiliki ukuran seragam sesuai gambar kerja—biasanya dengan lebar sisi sekitar 30 cm.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Humas PT Hutama Karya belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

(Red/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *