Mediatnipolri.com
Pali, Sumsel, Desa Lunas Jaya, 23 Desember 2025 — Warga Desa Lunas Jaya menyampaikan aspirasi dan keprihatinan terkait sistem pengadaan jasa catering di perusahaan SLR yang beroperasi di wilayah mereka. Warga meminta agar pengadaan catering dibuka secara transparan dan dilakukan melalui mekanisme tender resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama ini, warga menilai pengadaan catering perusahaan tersebut diduga lebih banyak melibatkan penyedia jasa dari luar daerah, sementara pelaku usaha lokal di Desa Lunas Jaya belum memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi.
Warga menegaskan bahwa sebagai desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan, masyarakat lokal seharusnya mendapatkan manfaat ekonomi yang adil. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat kemerdekaan dan pemerataan pembangunan yang telah diperjuangkan bangsa Indonesia selama puluhan tahun.
Melalui rilis pers ini, warga Desa Lunas Jaya meminta:
Pihak perusahaan SLR membuka sistem pengadaan catering secara resmi dan transparan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pengawasan serta penelusuran terhadap mekanisme pengadaan tersebut.
Pelaku usaha lokal diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses tender sesuai aturan.
Warga berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian bersama demi terciptanya keadilan ekonomi, keterbukaan, dan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
2. LAPORAN INVESTIGASI RINGAN
Dugaan Ketertutupan Pengadaan Catering, Warga Desa Lunas Jaya Angkat Suara
Desa Lunas Jaya — Delapan puluh tahun setelah Indonesia merdeka, sebagian warga Desa Lunas Jaya mengaku masih merasakan keterbatasan dalam memperoleh akses ekonomi di wilayahnya sendiri. Hal ini mencuat seiring keluhan warga terkait pengadaan jasa catering di perusahaan SLR.
Berdasarkan penelusuran awal dan keterangan sejumlah warga, pengadaan catering perusahaan tersebut selama ini diduga tidak dibuka melalui mekanisme tender yang transparan. Warga menyebutkan bahwa suplai catering lebih banyak berasal dari pihak luar daerah.
“Kami tidak menuduh, tapi ingin kejelasan. Jika ada pengadaan, seharusnya dibuka secara resmi agar usaha lokal juga bisa ikut,” ujar Lis sebagai warga yang namanya.memang minta disebutkan.
Lis menilai kondisi ini menimbulkan kesenjangan ekonomi, mengingat Desa Lunas Jaya berada di sekitar area operasional perusahaan. Padahal, di desa tersebut terdapat pelaku usaha yang dinilai mampu dan siap memenuhi kebutuhan catering perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai sistem pengadaan catering tersebut. Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan klarifikasi dan pengawasan agar tidak terjadi praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan keadilan.
Waktu minta di muat di pemberitaan Lis menambahkan “Perusahaan harus mengakui sebagai pelaku usaha atau (Restorative Justice), dari tahun 2017 saya sebagai masyarakat Desa Lunas merasakan kalau PT. SLR tidak ada nilai SDM, tidak bisa memanusiakan manusia. ” Ungkap Lis menambahkan sambil mengakhiri omongan.
Toyeng
