Mediatnipolri.com
PALI, Sumsel — Pemerintah Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menorehkan capaian membanggakan dalam program ketahanan pangan. Rabu, 31 November 2025, program penanaman jagung yang dikelola langsung oleh Kepala Desa Pandan, Syahrul Nizar, berhasil mencatatkan hasil panen sebanyak lima ton dari lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Capaian tersebut dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Pasalnya, tidak banyak desa yang mampu membuktikan keberhasilan program ketahanan pangan hingga tahap panen dengan hasil yang terukur dan nyata.
Di sejumlah desa sekitar Kabupaten PALI, kegiatan pertanian umumnya hanya dipublikasikan pada tahap awal penanaman. Namun, publikasi lanjutan saat masa panen masih terbilang jarang dilakukan. Berbeda dengan itu, Pemerintah Desa Pandan secara terbuka menyampaikan hasil panen jagung kepada masyarakat dan publik luas.
Keterbukaan ini menjadi indikator kuat bahwa Kepala Desa Pandan, Syahrul Nizar, menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program desa. Transparansi tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat desa, tetapi juga kepada pemerintah dan publik secara luas.
Keberhasilan panen jagung ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kabupaten PALI, khususnya dalam pengelolaan program ketahanan pangan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Syahrul Nizar menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan oleh pemerintah pada hakikatnya bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, seorang kepala desa wajib memahami secara menyeluruh maksud dan tujuan dari setiap program yang dijalankan.
“Baik hasil Musyawarah Desa (Musdes) maupun program ketahanan pangan harus dilaksanakan secara tepat sasaran dan menjunjung tinggi prinsip transparansi. Transparansi bukan sekadar pencitraan, melainkan keterbukaan di seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga realisasi,” ujar Syahrul Nizar saat dikonfirmasi awak media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterbukaannya kepada media bukan dimaksudkan untuk mencari pemberitaan demi kepentingan pribadi atau pencitraan. Menurutnya, capaian hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja keras, perencanaan yang matang, serta pelaksanaan yang dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan.
Penulis: Ansori (Toyeng)
