
oleh : # HADI JOYO CAKTI 234/NK # SI MACAN PUTIH #
Di tengah berbagai persoalan bangsa dan umat, masyarakat semakin merindukan kehadiran ulama yang teguh memegang kebenaran. Ulama bukan sekadar orang yang memiliki ilmu agama, tetapi juga sosok yang berani menyampaikan kebenaran, meskipun terkadang kebenaran itu tidak menyenangkan bagi penguasa, pengusaha, maupun kelompok yang memiliki kepentingan.
Umat merindukan ulama yang suaranya tidak dapat dibeli oleh jabatan, harta, popularitas, atau kepentingan politik. Ulama yang demikian menjadikan ilmu dan dakwah sebagai amanah, bukan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Ia berdiri bersama kebenaran dan keadilan, membela masyarakat yang lemah, serta berani mengingatkan siapa pun yang melakukan penyimpangan.
Ulama yang independen akan menjadi cahaya bagi umat. Nasihatnya dipercaya karena lahir dari ketulusan, keberaniannya dihormati karena tidak tunduk kepada kepentingan sesaat, dan sikapnya menjadi teladan karena selaras antara ucapan dan perbuatan.
Karena itu, umat membutuhkan ulama yang menjaga kehormatan ilmunya. Bukan ulama yang menjual suara, tetapi ulama yang menjadikan suaranya sebagai amanah. Sebab ketika suara kebenaran tidak dapat dibeli, umat akan memiliki kompas moral yang mampu menuntun kehidupan menuju keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan bersama. ( MBAH WASIS )
Ditulis ulang oleh:Koswara
