JAWA BARAT — Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, keterlibatan generasi muda dalam kehidupan publik tidak semestinya berhenti pada perdebatan politik. Anak muda juga memiliki ruang untuk hadir melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan kapasitas, serta berbagai bentuk kerja nyata di tengah masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian dari narasi yang diangkat Laskar Gibran Jawa Barat melalui tema “Kerja Nyata untuk Rakyat”. Dalam materi publikasinya, organisasi tersebut menampilkan sejumlah fokus kegiatan, antara lain pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, pengembangan generasi muda, dan program kesejahteraan rakyat.
POLITIK ANAK MUDA BUKAN SEKADAR PERDEBATAN
Kajian internasional mengenai politik anak muda menunjukkan bahwa partisipasi politik memiliki bentuk yang beragam. Buku “Youth and Political Participation”, yang disunting Lawrence J. Saha, Murray Print, dan Kathy Edwards serta diterbitkan Brill, membahas keterlibatan anak muda dalam politik, termasuk partisipasi dalam pemilu, gerakan sosial, serta proses pembelajaran politik dan kewargaan.
Sementara itu, buku “Young People Re-Generating Politics in Times of Crises”, yang disunting Sarah Pickard dan Judith Bessant serta diterbitkan Palgrave Macmillan, membahas berbagai bentuk aksi politik anak muda di sejumlah kawasan dunia. Buku tersebut melihat munculnya bentuk-bentuk baru partisipasi politik dan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan publik.
Literatur terbaru, “Youth Political Representation: A Global Perspective on Young Adults’ Presence in Political Institutions”, yang diterbitkan Palgrave Macmillan pada 2026, juga membahas keterwakilan anak muda dalam institusi politik dari perspektif global.
Dalam konteks tersebut, kerja nyata dapat menjadi salah satu bentuk keterlibatan sosial anak muda. Politik tidak hanya berbicara mengenai perbedaan pilihan dan perdebatan gagasan, tetapi juga mengenai bagaimana generasi muda mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
BUKAN RIBUT POLITIK, TETAPI MENGHADIRKAN MANFAAT
Pesan “Pilih Kerja Nyata, Bukan Ribut Politik” yang ditampilkan Laskar Gibran Jawa Barat menekankan pentingnya mengarahkan energi organisasi pada kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi generasi muda, ruang politik bukan hanya tempat untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga ruang untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan gagasan, melakukan kegiatan sosial, serta mengambil bagian dalam berbagai persoalan masyarakat.
Perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak harus menghentikan kerja sosial dan kontribusi kepada masyarakat.
Politik boleh dinamis. Perbedaan boleh terjadi. Tetapi kerja untuk masyarakat harus tetap berjalan.
PENULIS
RYAN SUKMA RAMADHAN
WAKIL KETUA III DPW LASKAR GIBRAN JAWA BARAT
