Mediatnipolri.com
OGAN ILIR – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mempererat toleransi antarumat beragama, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Gereja HKBP Efrata yang berlokasi di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Senin (28/9/2026) siang.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri langsung oleh jajaran utama Polres Ogan Ilir, di antaranya Kabag Ops AKP Alias Suganda, S.H., Kasi Propam, Kasat Tahti, serta KBO Sat Intelkam. Kehadiran rombongan kepolisian disambut hangat oleh Pdt. Dewi Tampubolon, S.Th., bersama para pengurus gereja seperti Sekretaris Huria St. Dv. Br. Sihombing, serta para ketua dewan gereja (Koinonia, Marturia, dan Diakonia) serta jemaat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas sambutan kekeluargaan dari pihak gereja.
Ia mengajak seluruh elemen jemaat untuk aktif berpartisipasi menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya di lingkungan ibadah dan wilayah Desa Lorok secara umum.
“Kami menekankan betapa pentingnya merawat kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Sinergi dan komunikasi yang baik antara pihak gereja dan Kepolisian adalah kunci utama dalam mendeteksi serta menyelesaikan setiap potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujar AKBP Rizka
Ia juga mengimbau agar pengurus gereja tidak ragu berkoordinasi dengan Polri jika menemukan permasalahan di lapangan.
Merespons kunjungan tersebut, Pdt. Dewi Tampubolon mewakili pengurus dank jemaat HKBP Efrata menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian nyata yang diberikan oleh Polres Ogan Ilir. Pihaknya melaporkan bahwa sejauh ini iklim keagamaan dan keamanan di sekitar gereja senantiasa berjalan aman dan kondusif.
“Kami siap mendukung penuh tugas-tugas Polri dalam memelihara kedamaian. Pihak gereja juga berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan aparat kepolisian demi menjaga keharmonisan bersama,” ungkap Pdt. Dewi.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan humanis ini ditutup dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di berbagai rumah ibadah lain di wilayah hukum Kabupaten Ogan Ilir guna memastikan ruang keberagaman tetap sejuk dan damai.
