GEOTERMAL GUNUNG CIREMAI: ENERGI BERSIH, MANFAAT DAN RISIKO HARUS DIKAJI SECARA TERBUKA

GEOTERMAL GUNUNG CIREMAI: ENERGI BERSIH, MANFAAT DAN RISIKO HARUS DIKAJI SECARA TERBUKA

Spread the love

 

Penulis:Sangga Maulana Ilham

KUNINGAN-Pengembangan energi panas bumi (geotermali) merupakan salah satu upaya Indonesia dalam mencari sumber energi baru dan terbarukan. Secara prinsip, geotermal memiliki potensi positif, antara lain menyediakan sumber listrik yang relatif stabil, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta dapat mendukung ketahanan energi dan perekonomian daerah apabila dikelola secara baik dan bertanggung jawab.

Namun, di sisi lain, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui secara jelas potensi dampak dan risikonya. Pengembangan geotermal di kawasan Gunung Ciremai tidak boleh hanya dilihat dari sisi kebutuhan energi, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, sumber mata air, kawasan hutan, keanekaragaman hayati, tata ruang, aktivitas pertanian, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.

Karena itu, informasi yang terbuka dan kajian yang komprehensif menjadi sangat penting. Masyarakat jangan sampai hanya mengetahui adanya proses lelang atau rencana pengembangan, tetapi tidak memperoleh penjelasan yang utuh mengenai lokasi, tahapan kegiatan, teknologi yang digunakan, potensi manfaat, potensi risiko, mekanisme pengawasan, hingga langkah mitigasi apabila terjadi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kami berpandangan bahwa Kementerian ESDM perlu melakukan kajian dan evaluasi secara menyeluruh serta membuka ruang dialog yang nyata dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para ahli, pemangku kepentingan, dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah lelang geotermal Gunung Ciremai.

Keterlibatan masyarakat bukan berarti menghambat pembangunan. Sebaliknya, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa pembangunan energi berjalan secara transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Energi bersih harus dibangun dengan proses yang bersih pula: bersih dari ketidakjelasan informasi, terbuka dalam kajian, dan berpihak pada keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Mari kita tempatkan persoalan geotermal Gunung Ciremai secara objektif: bukan sekadar menerima atau menolak, tetapi memastikan setiap keputusan didasarkan pada kajian ilmiah, transparansi, kehati-hatian, dan kepentingan masyarakat.

Menurut Ketua DPC ALIANSI Nusantara Kab Kuningan Sangga Maulana Ilham

“Pembangunan energi harus membawa manfaat bagi rakyat, tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat dan kelestarian alam.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *