Masyarakat dan Aparat Keamanan Bersatu Lawan Radikalisme

Masyarakat dan Aparat Keamanan Bersatu Lawan Radikalisme

Spread the love

Nuangan, Sulut | MediaTNI-POLRI.com — pada hari Minggu, 5 Oktober 2025. Masyarakat dan Aparat Keamanan Bersatu Lawan Radikalisme Di Nuangan, sebuah acara keagamaan akbar menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET). Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah, termasuk Bolmong Raya, Sulteng, Kendari, Maluku Utara, Sultra, dan Gorontalo. Hari Senin, 6 Oktober 2025.

Peringatan Haul ke-19 Abubakar bin Abdullah bin Syech Abubakar bin Salim dan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi umat dalam memperkuat ketahanan ideologi masyarakat.

Kasubnit Idensos/Pencegahan Densus 88 AT POLRI, Kompol Irfan Umar, memenuhi undangan dari pengelola Majelis Zikir Ittihadul Ummat Muhammad SAW, Habib Umar bin Assegaf. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Irfan Umar menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan IRET.

Menurutnya, upaya menangkal paham-paham radikal memerlukan sinergi dari seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih kuat menghadapi ancaman IRET.

Habib Umar bin Assegaf selaku penyelenggara acara mendukung penuh seruan Kompol Irfan Umar. Beliau menghimbau seluruh jamaahnya untuk menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pencegahan paham-paham radikal di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara Densus 88 dan ulama karismatik seperti Habib Umar bin Assegaf diharapkan dapat memperkuat ketahanan ideologi masyarakat dari ancaman IRET. Sinergi ini menjadi contoh efektif antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam mencegah penyebaran paham radikal.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Habib Muhammad bin Taufik Abdul Qodir Assegaf dan Habib Ahmad bin Nuh Al Hadad dari Pasuruan. Perwakilan pemerintah daerah seperti Wakil Walikota Boltim, Wakil Walikota Kotamobagu, dan Sekretaris Dewan Boltim, Husain Syawie, juga turut hadir.

Pencegahan IRET memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih kuat menghadapi ancaman paham radikal dan menjaga keutuhan bangsa.

Melalui acara seperti ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam mencegah penyebaran paham radikal, sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang lebih aman dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *