Bitung – Sulut | MediaTNI-Polri.com — TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui peresmian Revitalisasi Monumen Tugu Aru menjadi Taman Angkatan Laut di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (24/7/2026). Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr. Opsla, sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah perjuangan prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Revitalisasi Monumen Tugu Aru tidak hanya menghadirkan wajah baru bagi salah satu ikon bersejarah di Kota Bitung, tetapi juga menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang representatif, edukatif, dan sarat dengan nilai-nilai patriotisme. Kehadiran Taman Angkatan Laut diharapkan menjadi simbol pengabdian sekaligus kebanggaan maritim bangsa Indonesia.
Acara peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri Komandan Guskamla Koarmada III, Wakil Komandan Kodaeral VIII, seluruh Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VIII, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung dan Provinsi Sulawesi Utara, baik yang hadir secara langsung maupun yang diwakili.
Dalam sambutannya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan bahwa revitalisasi Monumen Tugu Aru merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam melestarikan sejarah perjuangan bangsa. Selain menjadi penghormatan kepada para pahlawan, kawasan tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai laut sebagai masa depan Indonesia
Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, selaku Ketua Pelaksana Revitalisasi, menyampaikan bahwa Taman Angkatan Laut dirancang sebagai ruang yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain mempercantik kawasan, taman tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai sejarah kemaritiman dan peran strategis TNI Angkatan Laut dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, keberadaan taman tersebut juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan dan dedikasi para prajurit serta pahlawan bangsa yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan laut Indonesia. Nilai-nilai kepahlawanan tersebut diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Revitalisasi Tugu Aru menjadi Taman Angkatan Laut juga mencerminkan sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ruang publik yang bernilai sejarah, edukatif, dan memiliki daya tarik wisata. Langkah tersebut sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara TNI AL dengan masyarakat sebagai bagian dari kemanunggalan dalam menjaga kepentingan bangsa.
Melalui pembangunan Taman Angkatan Laut, TNI AL menegaskan bahwa menjaga kedaulatan maritim tidak hanya diwujudkan melalui kekuatan pertahanan di laut, tetapi juga melalui upaya pelestarian sejarah, pendidikan karakter kebangsaan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wilayah maritim Indonesia sebagai aset strategis nasional.
Dengan diresmikannya Taman Angkatan Laut di kawasan Monumen Tugu Aru, diharapkan lahir semangat baru dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim, serta menjadi simbol abadi pengabdian prajurit TNI Angkatan Laut kepada bangsa dan negara. Semangat “Jalesveva Jayamahe” terus menjadi landasan pengabdian TNI AL untuk mewujudkan kejayaan Indonesia dari laut. ucapnya,” Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP,
