Kapolda Sumsel Ubah Paradigma: Keberhasilan Polri Tak Lagi Diukur dari Penangkapan, tetapi Pencegahan Kejahatan

Kapolda Sumsel Ubah Paradigma: Keberhasilan Polri Tak Lagi Diukur dari Penangkapan, tetapi Pencegahan Kejahatan

Spread the love

Mediatnipolri.com

PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat transformasi Polri Presisi melalui penguatan strategi pencegahan kejahatan berbasis data. Komitmen tersebut ditegaskan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., saat memimpin Gelar Operasional (Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas) Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Mapolres Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti para Pejabat Utama Polda Sumsel, seluruh Kapolres/ta jajaran, serta para Kepala Satuan Kerja, baik secara langsung maupun melalui sarana virtual. Gelar Operasional menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja kepolisian sepanjang Triwulan II Tahun 2026 sekaligus merumuskan langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan keamanan pada periode berikutnya.

Evaluasi yang dilakukan meliputi perkembangan situasi kamtibmas, penanganan tindak pidana, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketahanan pangan, pembangunan Jembatan Merah Putih, Program Belida, hingga penguatan publikasi melalui SPIT Media Hub dan Polri TV. Seluruh evaluasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang keamanan, pelayanan publik, dan pembangunan nasional.

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas Triwulan II Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menangani 7.572 tindak pidana dengan penyelesaian perkara sebanyak 4.392 kasus atau mencapai 58 persen. Persentase penyelesaian perkara tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang berada pada angka 37,55 persen. Adapun jenis tindak pidana yang masih mendominasi meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), penyalahgunaan narkoba, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), serta pencurian dengan kekerasan (Curas).

Meski demikian, Kapolda Sumatera Selatan menegaskan bahwa meningkatnya angka pengungkapan perkara bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan institusi kepolisian. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah kemampuan Polri mencegah kejahatan agar tidak terjadi.

“Mengungkap kejahatan adalah prestasi, namun mencegahnya terjadi adalah kemuliaan sejati. Karena itu seluruh jajaran harus memperkuat fungsi preemtif dan preventif, membangun deteksi dini, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga setiap potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kejahatan,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Selain mengevaluasi situasi kamtibmas, Kapolda juga memaparkan capaian sejumlah program prioritas Polda Sumsel. Dalam penanganan karhutla, luas lahan terbakar mengalami penurunan sekitar 60 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara pada Program Ketahanan Pangan, realisasi penanaman telah mencapai 86,31 persen dari total potensi lahan yang tersedia.

Di bidang pembangunan infrastruktur sosial, Program Jembatan Merah Putih telah menyelesaikan pembangunan 74 unit dari total 81 unit yang direncanakan. Sedangkan Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri) telah dilaksanakan pada 4.873 titik dengan melibatkan 89.943 personel gabungan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kapolda meminta seluruh satuan kerja yang capaian programnya masih belum optimal agar segera melakukan percepatan pelaksanaan.

“Perluas titik kegiatan dan tingkatkan pelibatan personel secara merata sehingga seluruh program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapolda.

Dalam arahannya, Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan transparansi informasi publik melalui optimalisasi SPIT Media Hub dan Polri TV. Menurutnya, setiap kegiatan positif kepolisian perlu didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Gelar Operasional Triwulan II merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh jajaran bekerja secara profesional, terukur, dan akuntabel.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Arahan Bapak Kapolda menjadi pedoman bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat pencegahan kejahatan, meningkatkan transparansi kinerja, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan, semangat evaluasi berkelanjutan tersebut selaras dengan tagline Kapolda Sumatera Selatan, “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?”, yang terus ditanamkan kepada seluruh personel sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui Gelar Operasional Triwulan II Tahun Anggaran 2026, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan institusi kepolisian yang semakin presisi, profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat. Penguatan strategi pencegahan berbasis data, evaluasi berkelanjutan, serta sinergi seluruh jajaran menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Republik Indonesia, dan mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, tertib, serta semakin sejahtera.

Reza js

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *