Mediatnipolri.com
SEKAYU, MUBA – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terintegrasi terus diperkuat oleh RSUD Sekayu. Mengingat pentingnya meningkatkan mutu pelayanan keselamatan pasien dalam mendukung pencapaian Program Nasional (PROGNAS) dan Standar Akreditasi Rumah Sakit, serta dalam Mendukung Pembangunan Muba Lebih Cepat.
RSUD Sekayu menggelar agenda “Pembinaan Jejaring Rujukan PONEK dan Stunting Tahun 2026” yang berlangsung di Aula MPP RSUD Sekayu, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nyata RSUD Sekayu dalam melaksanakan Program Nasional Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (PROGNAS KIA) serta Program Nasional Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting, melalui penguatan koordinasi, pembinaan fasilitas kesehatan jejaring, dan peningkatan kesinambungan pelayanan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur RSUD Sekayu, Ucu Arunsang, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa Rumah Sakit rujukan tidak akan pernah bisa berdiri sendiri sehingga perlu dukungan dan kolaborasi terutama dukungan Perintah Daerah serta Keberhasilan pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak sangat dipengaruhi oleh deteksi dini, ketepatan pengambilan keputusan, stabilisasi pasien sebelum dirujuk, serta komunikasi efektif antara fasilitas kesehatan perujuk dengan rumah sakit penerima,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting juga membutuhkan kolaborasi berkelanjutan, mulai dari skrining, pemantauan tumbuh kembang, edukasi keluarga hingga ketepatan rujukan ke fasilitas yg ada dokter spesialis sehingga diperlukan sinkronisasi langkah yang selaras antara Puskesmas dan Rumah Sakit jejaring. Melalui forum diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam mengurai kendala di lapangan, dan berkomitmen bersama demi menyelamatkan generasi masa depan Muba,” sambungnya.
Pertemuan berlangsung interaktif Dengan Narasumber yang profesional, sesi pemaparan materi menghadirkan para dokter spesialis dan tim IGD RSUD Sekayu yang memecahkan permasalahan dan kendala yang ada di lapangan.
sedangkan materi Neonatal dan Stunting
Disampaikan oleh dokter spesialis anak dr. Daisy Lubis, Sp.A dan dr. Sarah Amalia, Sp.A, membahas penatalaksanaan kegawatdaruratan bayi baru lahir, deteksi dini gangguan pertumbuhan, identifikasi faktor risiko stunting, serta kriteria rujukan kasus yang membutuhkan pelayanan spesialistik.
Sementara materi PONEK Obstetri
Disampaikan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Taufik Firdaus, Sp.OG (K) dan dr. Dasawarsa, Sp.OG, dengan fokus pada penguatan pelayanan kegawat daruratan maternal, evaluasi persalinan menggunakan partograf, tata laksana awal komplikasi obstetri, serta serba berbagai hal permasalahan dan kendala rujukan kebidanan.
Selain penguatan aspek klinis, peserta juga mendapatkan pembinaan terkait optimalisasi Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dan serta pemanfaatan kanal komunikasi cepat (grup WhatsApp SIAGA) agar setiap pasien darurat yang dirujuk telah terkonfirmasi dan siap ditangani sesampainya di rumah sakit.
Pertemuan ditutup dengan RSUD Sekayu bersama jejaring pelayanan kesehatan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa penguatan koordinasi rujukan, peningkatan kualitas stabilisasi pasien sebelum rujukan, optimalisasi konsultasi antar tenaga kesehatan, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program secara berkala.
RSUD Sekayu terus berkomitmen menjadi penggerak transformasi layanan kesehatan yang bermutu, berkesinambungan, dan selaras dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit serta Program Nasional Kementerian Kesehatan
Dengan sinergi antara RSUD Sekayu, Puskesmas, dan rumah sakit jejaring, diharapkan pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak di Kabupaten Musi Banyuasin semakin cepat, aman, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien dan berkualitas di Bumi Serasan Sekate.
4 pilar
