SEBAB PUISI Hadir sebagai Ruang Ekspresi untuk Menghidupkan Sastra di Batam dan Kepulauan Riau

SEBAB PUISI Hadir sebagai Ruang Ekspresi untuk Menghidupkan Sastra di Batam dan Kepulauan Riau

Spread the love

 

BATAM — Komunitas Seni Rumah Hitam menggagas SEBAB PUISI (Sabtu Batam Berpuisi) sebagai wadah ekspresi untuk menghidupkan kembali aktivitas sastrawan, penulis, seniman, dan pemerhati sastra di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Gagasan tersebut disampaikan Tarmizi, pendiri Komunitas Seni Rumah Hitam, saat diwawancarai di Rumah Hitam, Jalan R.E. Martadinata, Sekupang, Batam, Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 21.30 WIB. Rumah Hitam yang berada tidak jauh dari Gedung Beringin diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku sastra untuk berkarya, berdiskusi, dan saling mengapresiasi.

Menurut Tarmizi, SEBAB PUISI lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang memungkinkan para sastrawan dan penulis menampilkan karya mereka secara langsung kepada masyarakat. Ia menilai, perkembangan sastra membutuhkan wadah pertemuan yang konsisten agar kreativitas para penulis terus tumbuh dan tidak berhenti pada karya yang tersimpan secara pribadi.

Kegiatan SEBAB PUISI direncanakan berlangsung satu kali setiap bulan, tepatnya pada hari Sabtu. Agenda ini tidak hanya berfokus pada pembacaan puisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi para penulis untuk memperkenalkan karya, bertukar gagasan, berdiskusi tentang proses kreatif, serta membangun jaringan antarkomunitas seni dan sastra.

Batam sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang memiliki kekayaan pengalaman sosial dan budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi penciptaan karya sastra. Kehidupan masyarakat pesisir, kebudayaan Melayu, kemajemukan, sejarah, lingkungan, dan perubahan sosial merupakan sejumlah tema yang dapat diangkat melalui puisi maupun bentuk karya sastra lainnya.

Tarmizi juga memiliki harapan besar agar Rumah Hitam berkembang menjadi ruang kebudayaan yang tidak hanya dikenal oleh sastrawan Batam, tetapi juga menjadi tempat pertemuan para sastrawan dari berbagai daerah di Kepulauan Riau, Indonesia, hingga mancanegara.

Kehadiran SEBAB PUISI juga dinilai berpotensi memberikan ruang belajar bagi generasi muda agar semakin dekat dengan dunia sastra. Melalui pertemuan langsung dengan para penulis dan sastrawan, generasi muda dapat mengenal proses kreatif, meningkatkan keberanian berekspresi, serta memahami bahwa sastra merupakan bagian penting dari kehidupan sosial dan kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Kapolres Kota Batam yang siap tampil membacakan puisi menjadi salah satu bentuk keterlibatan lintas profesi dalam kegiatan kesenian. Partisipasi tersebut diharapkan mempererat hubungan antara aparat kepolisian, komunitas seni, dan masyarakat melalui ruang ekspresi yang terbuka, humanis, dan penuh kebersamaan.

SEBAB PUISI bukan sekadar agenda membaca puisi setiap bulan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun tradisi sastra yang berkelanjutan, menghargai karya dan penciptanya, serta memperluas ruang perjumpaan bagi para penulis dari berbagai generasi.

Melalui SEBAB PUISI, Rumah Hitam berharap dapat menjadi salah satu pusat aktivitas kesusastraan di Batam dan Kepulauan Riau. Dari ruang sederhana di Sekupang, gagasan ini diharapkan tumbuh menjadi gerakan kebudayaan yang mempertemukan karya dengan pembaca, penulis dengan masyarakat, serta sastrawan dengan sastrawan.

Pada akhirnya, SEBAB PUISI membawa pesan bahwa sastra membutuhkan ruang untuk hidup dan berkembang. Ketika puisi dibacakan, didengarkan, didiskusikan, dan diapresiasi bersama, karya sastra tidak hanya menjadi ekspresi pribadi penciptanya, tetapi juga bagian dari kehidupan dan ingatan kolektif masyarakat. (Nursalim Turatea).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *