Mediatnipolri.com
PADANG — Keluhan masyarakat terkait ketersediaan dan kualitas air bersih di Kelurahan Bungus Barat menjadi perhatian serius Ketua Umum Pro Gerakan Nasional (PROGAN), Fitra Yedi. Untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut, Fitra Yedi mendatangi Kantor PDAM Unit Bungus, Selasa (13/10/2026), guna menyampaikan langsung aspirasi warga kepada pihak pengelola layanan air bersih.
Dalam pertemuan tersebut, Fitra Yedi menyampaikan berbagai kendala yang dirasakan masyarakat. Ia berharap keluhan warga tidak hanya menjadi catatan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret agar pelayanan air bersih dapat kembali berjalan dengan baik.
Pertemuan berlangsung terbuka dan konstruktif. Pihak PDAM Unit Bungus menerima masukan yang disampaikan PROGAN dan menjelaskan sejumlah kendala yang saat ini memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Kepala Unit PDAM Bungus, Septi Hendri, yang baru menjabat, menjelaskan bahwa persoalan pelayanan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari dampak bencana alam.
“Banyaknya persoalan layanan air saat ini tidak terlepas dari dampak bencana alam yang terjadi. Saya memohon kepada masyarakat agar sedikit bersabar, terlebih karena saya juga baru saja memulai tugas di Bungus,” ujar Septi Hendri.
Ia menegaskan, seluruh keluhan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan PDAM Kota Padang agar memperoleh perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Menanggapi penjelasan tersebut, Fitra Yedi menyatakan memahami kendala yang dihadapi pihak PDAM. Namun, ia berharap kondisi tersebut dapat diikuti dengan upaya perbaikan yang terukur dan komunikasi terbuka kepada masyarakat.
“Kami memahami situasi yang sedang dihadapi. Kerja sama yang baik antara masyarakat dan pihak terkait tentu akan membawa hasil positif. Yang terpenting, harus ada langkah nyata dan komunikasi yang terus terjalin,” tegas Fitra Yedi.
Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, keluhan warga perlu menjadi perhatian bersama agar kendala pelayanan dapat segera dicarikan solusi sesuai kondisi dan kemampuan yang ada.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Wahyudi dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI turut mendorong agar upaya perbaikan jaringan air bersih dipercepat dengan mempertimbangkan kemampuan teknis serta skala prioritas penanganan.
“Kami ingin masyarakat segera merasakan perbaikan, namun juga menghargai proses yang sedang dilakukan,” ungkap Dedi Wahyudi.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara masyarakat, PROGAN, dan pihak PDAM dalam mencari solusi atas persoalan air bersih di Bungus Barat.
PROGAN berharap laporan keluhan warga yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pimpinan PDAM Kota Padang, disertai langkah perbaikan yang jelas sehingga masyarakat tidak terus dibayangi persoalan layanan air bersih.
Bagi warga, harapan utamanya sederhana: pelayanan air bersih yang lebih baik, kepastian tindak lanjut, serta komunikasi yang terbuka mengenai upaya penyelesaian kendala yang terjadi.
Reza js
