Sumpah Pemuda: Menjunjung Marwah Melayu, Merawat Kebinekaan, Memperkuat Persatuan di Kota Batam

Sumpah Pemuda: Menjunjung Marwah Melayu, Merawat Kebinekaan, Memperkuat Persatuan di Kota Batam

Spread the love

 

Oleh: Dr. Nursalim Tinggi, M.Pd.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Lembaga Adat Melayu dan Paguyuban Kedaerahan (FKLAMPK) Kota Batam

Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Semangat 28 Oktober 1928 mengajarkan bahwa perbedaan suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih bermartabat.

Dalam momentum bersejarah ini, Sekretaris Umum Forum Komunikasi Lembaga Adat Melayu dan Paguyuban Kedaerahan (FKLAMPK) Kota Batam mengajak seluruh paguyuban, lembaga adat, organisasi kepemudaan, dan generasi muda se-Kota Batam untuk bersama-sama menjunjung marwah Melayu sebagai identitas budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kepulauan Riau. Ajakan ini bukan untuk membatasi keberagaman, apalagi menempatkan satu kelompok lebih tinggi daripada kelompok lainnya, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghormati adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang hidup di tanah tempat mereka berpijak.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah Melayu ini mengandung pesan mendalam tentang penghormatan terhadap adat istiadat, kearifan lokal, dan nilai-nilai masyarakat setempat. Bagi siapa pun yang hidup, bekerja, menuntut ilmu, dan membangun masa depan di Kota Batam, sudah semestinya menjadikan penghormatan terhadap budaya Melayu sebagai bagian dari etika kehidupan bermasyarakat, tanpa harus meninggalkan identitas dan kebudayaan asal masing-masing. Sebab, menghormati budaya setempat tidak berarti menghapus budaya sendiri, tetapi menunjukkan kedewasaan dalam hidup berdampingan.

FKLAMPK Kota Batam hadir dengan semangat persahabatan, bukan untuk mempertajam perbedaan. Forum ini diharapkan menjadi ruang komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi bagi seluruh lembaga adat serta paguyuban kedaerahan. Kita perlu mengubah cara pandang dari sekadar hidup berdampingan menjadi bergerak bersama, dari saling mengenal menjadi saling memahami, dan dari menjaga kelompok masing-masing menjadi bersama-sama menjaga keutuhan masyarakat Kota Batam. Persatuan tidak menuntut kita menjadi seragam, tetapi mengajarkan kita untuk saling menerima di tengah perbedaan.

Kepada generasi muda Kota Batam, momentum Sumpah Pemuda hendaknya menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa berada di tangan generasi yang mampu berpikir terbuka, berkarakter, serta menghargai akar budayanya. Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam pelestarian adat dan budaya, tetapi harus tampil sebagai pelaku yang kreatif dalam memperkenalkan tradisi, mengembangkan literasi budaya, memperkuat solidaritas sosial, serta memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan perdamaian. Marwah Melayu harus dijaga melalui perilaku yang santun, tutur kata yang beradab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama, bukan hanya melalui simbol dan seremonial.

Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jadikan Kota Batam sebagai rumah besar yang memberikan ruang bagi setiap suku, adat, dan paguyuban untuk berkembang tanpa kehilangan semangat kebangsaan. Junjung marwah Melayu, hormati seluruh budaya, eratkan persaudaraan, dan kuatkan kebinekaan. Sebab, kebesaran suatu masyarakat tidak diukur dari kemampuannya menonjolkan perbedaan, melainkan dari kebijaksanaannya merawat persatuan. Berbeda asal, satu tujuan; berbeda budaya, satu saudara; berbeda tradisi, tetap berdiri di bawah Merah Putih. Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *