
BATAM – mediatnipolri.com – Semangat menuntut ilmu dan memperkuat ukhuwah Islamiyah kembali terlihat dalam Halaqah Ilmiah yang diselenggarakan oleh Persatuan Muballigh Batam (PMB) Batam Kota di Masjid Al-Mukhlisin, Baloi Kebun, Batam Centre, Sabtu malam, 25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kualitas keilmuan para dai, ustaz, kiai, dan mubaligh dalam menjalankan tugas dakwah di tengah masyarakat.
Mengusung semangat “Hayatul Islam bil ‘ilmi, wa hayatul ‘ilmi bil muthala’ah wal mudzakarah” yang berarti hidupnya agama Islam dengan ilmu, sedangkan hidupnya ilmu melalui kegiatan membaca, mengkaji, dan berdiskusi, para peserta mengikuti pembahasan fikih kurban secara mendalam. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan berdasarkan Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama sehingga tercipta suasana diskusi yang ilmiah, terbuka, dan penuh persaudaraan.
Sebelum kegiatan berlangsung, para pengurus dan anggota saling mengingatkan melalui media komunikasi agar seluruh asatidz, para kiai, dan masyayikh dapat hadir memakmurkan majelis ilmu. Di sela-sela ajakan tersebut, suasana keakraban juga tampak melalui candaan bernuansa edukatif yang semakin mempererat hubungan antarsesama mubaligh.
Walaupun beberapa anggota berhalangan hadir karena sakit, memiliki agenda di lingkungan masing-masing, maupun sedang mempersiapkan kegiatan keagamaan lainnya, pelaksanaan halaqah tetap berlangsung dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan komitmen PMB Batam Kota dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam sebagai bekal meningkatkan kualitas dakwah.
Halaqah ilmiah tersebut dihadiri oleh Buya H. Robi, KH. M. Rasyid, Kiai Munidi, Kiai Mohri, KH. Hasanuddin, Kiai Haris, Achmad Abu Syahid, Rahmat H. Tarigan, Aang, Khoiruddin Rambe, Ujang Mahasin, Yai Munhamir, Nawir, Syaikhu, Mustofa, Dr. Nursalim, M.Pd., Sahrul Mukhsin, Erwin Syahputra, Maulidi Ahmad, Muhammad Husen, H. Khairul Asman, Ustaz Fuad, Ustaz Mahmud Arif, Ustaz Endang Syarif, dan Arief Setyawan.
PMB Batam Kota berharap kegiatan halaqah ilmiah yang dilaksanakan secara rutin ini dapat terus melahirkan mubaligh yang memiliki wawasan keislaman yang luas, mampu menjawab berbagai persoalan umat dengan bijaksana, serta semakin memperkokoh persatuan dan kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan berakhlak mulia.(Nursalim Turatea).
