BATAM — Upaya memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, dan membangun sinergi antara lembaga adat Melayu dengan berbagai paguyuban kedaerahan di Kota Batam memasuki babak baru. Forum Komunikasi Lembaga Adat Melayu dan Paguyuban Kedaerahan periode 2026–2031 dibentuk melalui proses musyawarah yang berlangsung di Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.
Kegiatan tersebut dilaporkan kepada Yang Mulia H. Raja Muhammad Amin, selaku Ketua Lembaga Adat Melayu Batam. Sebelum penetapan kepengurusan, YM H. Raja Muhammad Amin terlebih dahulu menyampaikan pemaparan mengenai pentingnya komunikasi, kebersamaan, serta sinergi antara LAM dan paguyuban kedaerahan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Ketua LAM Batam menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis di antara berbagai kelompok masyarakat. Forum komunikasi diharapkan menjadi ruang bersama untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, memperkuat persaudaraan, serta membangun kerja sama dalam menjaga kerukunan dan mendukung kemajuan Kota Batam.
Setelah melalui pemaparan dan proses musyawarah, pemilihan pengurus forum dilaksanakan secara aklamasi. Kesepakatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan dalam menentukan kepemimpinan dan susunan pengurus yang diharapkan mampu mengemban amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Berdasarkan hasil pemilihan secara aklamasi, susunan pengurus Forum Komunikasi Lembaga Adat Melayu dan Paguyuban Kedaerahan Kota Batam periode 2026–2031 adalah sebagai berikut.
Susunan Pengurus Periode 2026–2031
1. Ketua Umum: YM. H. Raja M. Amin (LAM)
2. Ketua Harian: H. Maryon (IKSB)
3. Ketua I: Ucok Cantik (HIPAKAD)
4. Ketua II: Junaidi (PERMAI dan GRIB Jaya)
5. Sekretaris Umum: Dr. Nursalim Tinggi, M.Pd. (KKTJ)
6. Bendahara Umum: Jamil (KKSS)
Terpilihnya YM. H. Raja M. Amin sebagai Ketua Umum diharapkan menjadi landasan bagi terbangunnya komunikasi yang lebih terarah antara LAM dan paguyuban kedaerahan. Sementara itu, H. Maryon sebagai Ketua Harian bersama jajaran pengurus lainnya diharapkan dapat menggerakkan program kerja, memperkuat koordinasi, dan menjaga keberlangsungan kegiatan forum.
Penunjukan Dr. Nursalim Tinggi, M.Pd. sebagai Sekretaris Umum diharapkan turut memperkuat administrasi, komunikasi organisasi, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Dengan latar belakang akademisi dan wartawan senior, peran sekretariat menjadi penting dalam mendukung dokumentasi, publikasi, dan koordinasi antarlembaga.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah pertemuan formal, tetapi juga menjadi ruang dialog yang terbuka bagi lembaga adat dan paguyuban kedaerahan untuk menyampaikan gagasan, membangun kesepahaman, dan merumuskan kegiatan bersama. Keberagaman suku dan budaya di Batam merupakan kekuatan yang perlu dikelola melalui komunikasi yang sehat dan saling menghormati.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031 melalui aklamasi, seluruh pengurus diharapkan dapat menjalankan amanah secara kolektif, mengedepankan musyawarah, serta menjaga independensi dan keharmonisan hubungan antarlembaga. Keberhasilan forum nantinya akan sangat ditentukan oleh komitmen, keterbukaan, dan partisipasi seluruh pihak yang terlibat.
Forum ini diharapkan menjadi jembatan persaudaraan antara lembaga adat Melayu dan paguyuban kedaerahan di Kota Batam. Berbeda asal-usul, tetap satu tujuan; berbeda budaya, tetap bersaudara; dan bersama-sama menjaga kerukunan demi Batam yang harmonis, maju, dan bermartabat.(Nursalim Turatea).
