
**Kuningan, Jawa Barat** — Kabar wafatnya **Benny Ahmad Samu Samu, Raja Samu Samu VI**, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), para Raja dan Sultan Nusantara, serta seluruh pihak yang mengenal sosok almarhum.
Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), **KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Aria Natareja, S.Psi., S.H., M.H.**, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum. Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang tokoh adat, melainkan juga kehilangan seorang sahabat, saudara seperjuangan, dan pribadi yang meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan perjuangan adat dan budaya Nusantara.
“**Saya secara pribadi merasa sangat kehilangan. Almarhum bukan hanya seorang Raja yang saya hormati, tetapi juga seorang sahabat yang baik, sosok yang selalu terbuka untuk berdiskusi, bersedia membantu, serta memberikan dukungan dengan ketulusan hati.** Ada ikatan persahabatan dan persaudaraan yang terbangun di antara kami, yang akan selalu saya kenang,” ungkap Dipertuan Agung DAN-RI dalam pernyataan dukanya.
## Sahabat Seperjuangan yang Selalu Memberikan Dukungan
Dalam kenangan KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Aria Natareja, almarhum Benny Ahmad Samu Samu merupakan pribadi yang memiliki kepedulian besar terhadap persaudaraan antartokoh adat dan keberlangsungan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Beliau dikenal sebagai sosok yang baik, mudah diajak berdiskusi, mau membantu, serta tidak segan memberikan perhatian kepada sahabat-sahabatnya.
Salah satu kenangan yang paling berkesan adalah dukungan almarhum terhadap perjuangan Sultan Sepuh dalam memperjuangkan Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari hubungan persahabatan yang tidak hanya terjalin secara personal, tetapi juga dilandasi semangat menjaga kehormatan sejarah, adat, budaya, dan warisan leluhur Nusantara.
Bagi Dipertuan Agung DAN-RI, dukungan seorang sahabat yang hadir dengan ketulusan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar kata-kata. Dukungan itu menjadi penguat langkah, penyemangat dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus bukti bahwa perjuangan menjaga warisan leluhur tidak harus dijalani seorang diri.
## Hadir dalam Momen Bersejarah Penobatan di Kuningan
Kenangan lain yang tidak akan dilupakan adalah kehadiran almarhum pada prosesi penobatan KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Aria Natareja di Kuningan, bersama para Raja dan Sultan Nusantara lainnya.
Kehadiran almarhum dalam momen tersebut menjadi kenangan berharga yang akan senantiasa tersimpan dalam ingatan. Bagi Dipertuan Agung DAN-RI, kehadiran itu bukan semata-mata bentuk penghormatan dalam sebuah acara adat, melainkan juga cerminan persaudaraan, kebersamaan, dan dukungan terhadap perjalanan perjuangan yang tengah dijalani.
Kini, ketika almarhum telah berpulang ke hadirat Allah SWT, kenangan tersebut menjadi semakin berarti. Sosok yang dahulu hadir memberikan dukungan kini hanya dapat dikenang melalui kebaikan, ketulusan, dan jejak persaudaraan yang telah ditinggalkannya.
“Ketika seorang sahabat berpulang, yang tertinggal bukan hanya kenangan tentang pertemuan, tetapi juga kebaikan yang pernah diberikan, nasihat yang pernah dibagikan, dan dukungan yang pernah menguatkan langkah kita. Semua itu tidak akan hilang bersama kepergiannya. Insyaallah, akan tetap hidup dalam ingatan dan doa kami,” tutur beliau.
## DAN-RI Kehilangan Sosok yang Berarti bagi Persaudaraan Adat Nusantara
Atas nama pribadi dan keluarga besar Dewan Adat Nasional Republik Indonesia, Dipertuan Agung DAN-RI menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Raja Samu Samu VI.
Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa jabatan, kedudukan, dan kehormatan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Namun, kebaikan hati, ketulusan dalam bersahabat, dan manfaat yang diberikan kepada sesama akan menjadi warisan yang terus dikenang.
DAN-RI berharap semangat persaudaraan yang telah dibangun oleh almarhum dapat terus dipelihara oleh para Raja, Sultan, pemangku adat, dan seluruh elemen masyarakat Nusantara. Perbedaan latar belakang dan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling menghormati, saling membantu, dan bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa.
## Doa dan Belasungkawa
Menutup pernyataan dukanya, KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Aria Natareja menyampaikan doa bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
“**Selamat jalan, sahabatku, Raja Samu Samu VI. Terima kasih atas kebaikan, persahabatan, dukungan, dan kebersamaan yang telah diberikan selama ini. Saya akan selalu mengenang almarhum sebagai sosok yang baik, sahabat untuk berdiskusi, serta saudara yang pernah berdiri memberikan dukungan dalam perjuangan saya.**
**Hari ini kita berpisah di dunia, tetapi semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dalam keadaan terbaik di akhirat kelak. Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala khilaf dan dosanya diampuni, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah.**
Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan-Nya.
Tidak ada kata yang benar-benar mampu menggantikan kehilangan seorang yang kita hormati dan kita sayangi. Namun, semoga doa dan kenangan tentang segala kebaikan almarhum menjadi penguat hati bagi keluarga dan semua sahabat yang ditinggalkan.
**Kami, keluarga besar DAN-RI, turut berduka cita. Kami kehilangan seorang sahabat, seorang saudara, dan sosok yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan persaudaraan adat Nusantara. Semoga segala kebaikannya menjadi amal jariyah dan cahaya yang menerangi perjalanan almarhum menuju keabadian.**”
**Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.**
*Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.*
*Semoga Allah SWT mengampuni, merahmati, melindungi, dan memaafkan almarhum Benny Ahmad Samu Samu, Raja Samu Samu VI.*
**Aamiin ya Rabbal ‘alamin.**
**Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI)**
**KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Aria Natareja, S.Psi., S.H., M.H.**
