# POLEMIK JANGAN MENGALAHKAN PENGABDIAN, GIBRAN SEBAIKNYA TETAP FOKUS BEKERJA UNTUK RAKYAT#

# POLEMIK JANGAN MENGALAHKAN PENGABDIAN, GIBRAN SEBAIKNYA TETAP FOKUS BEKERJA UNTUK RAKYAT#

Spread the love

 

Menanggapi pemberitaan dan berkembangnya polemik mengenai desakan agar Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengundurkan diri dari jabatannya, saya berpandangan bahwa dinamika politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan kritik, pandangan, maupun pendapatnya.

Namun, kita juga perlu menempatkan persoalan ini secara proporsional, dewasa, dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik sesaat.

Menurut saya, di tengah berbagai polemik dan perdebatan yang berkembang, Mas Gibran sebaiknya tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai Wakil Presiden dengan fokus menjalankan tugas, bekerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Jabatan publik bukanlah panggung untuk saling beradu narasi, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata. Rakyat membutuhkan solusi atas persoalan ekonomi, pendidikan, lapangan pekerjaan, kesejahteraan, dan pembangunan yang merata, bukan sekadar perdebatan politik yang berkepanjangan.

Kritik harus tetap dihormati. Persoalan hukum juga harus disikapi secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme konstitusi serta lembaga negara yang berwenang. Tidak boleh ada pihak yang merasa berada di atas hukum, tetapi tidak sepatutnya pula persoalan bangsa diselesaikan hanya melalui tekanan opini dan kegaduhan politik.

Saya percaya, kualitas seorang pemimpin tidak hanya terlihat ketika mendapatkan dukungan, tetapi juga ketika menghadapi kritik, ujian, dan berbagai tantangan. Sikap tenang, kedewasaan, serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab menjadi hal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

**Indonesia terlalu besar untuk terus terjebak dalam polemik yang tidak berkesudahan.** Mari kita kedepankan persatuan, stabilitas nasional, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.

Pada akhirnya, sejarah akan mencatat bukan seberapa keras seseorang membalas kritik, melainkan seberapa besar kontribusi dan pengabdian yang diberikan untuk bangsa dan negara.

**Fokus bekerja, hadir untuk rakyat, dan buktikan melalui karya. Karena bangsa ini membutuhkan pemimpin yang bekerja, bukan sekadar menjadi bahan perdebatan.**

**Sangga Maulana Ilham**
Wakil Ketua 1
Laskar Generasi Indonesia Berani (GIBRAN)
DPW Jawa Barat

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *