Babinsa Koramil 1610/Krangkeng Gandeng UPTD KKP dan Pengamat Pengairan, Dorong Sukses MT2 Gadu di Desa Tanjakan

Babinsa Koramil 1610/Krangkeng Gandeng UPTD KKP dan Pengamat Pengairan, Dorong Sukses MT2 Gadu di Desa Tanjakan

Spread the love

Indramayu,Mediatnipolri-Pada hari senin tanggal 13 juli 2026 Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia.Babinsa Koramil 1610/Krangkeng bersama UPTD KKP/BPP Kecamatan Krangkeng dan Pengamat Pengairan BBWS Cimanuk-Cisanggarung menggelar musyawarah persiapan Musim Tanam (MT) II Gadu Tahun 2026 di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyangga ketahanan pangan nasional. Kabupaten Indramayu menjadi daerah penghasil padi terbesar dengan produksi mencapai sekitar 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG), disusul Kabupaten Karawang dan Subang.

Musyawarah tersebut dihadiri Kuwu Desa Tanjakan, Kepala UPTD KKP/BPP Kecamatan Krangkeng, para penyuluh pertanian, Pengamat Pengairan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, kelompok tani (Poktan), Mitra Cai, serta para petani setempat.

Dalam pertemuan itu dibahas berbagai strategi untuk menghadapi musim tanam gadu, termasuk penerapan metode pertanian Arkansas (PM-AAS) yang dinilai lebih hemat penggunaan air sehingga cocok diterapkan pada musim kemarau. Selain itu, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai teknik pencegahan dan pengendalian hama tikus agar produktivitas tanaman tetap terjaga.

Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, mengajak seluruh petani untuk tetap optimistis dan bersemangat menyukseskan program tanam sadon MT2.

“Pokoknya petani Desa Tanjakan harus tanam sadon. Kami selalu siap mengawal dan menyukseskan tanam sadon. Untuk masalah pengairan sudah kami koordinasikan dengan Pengamat Pengairan BBWS dan akan diupayakan semaksimal mungkin agar air irigasi dapat mengairi areal persawahan,” tegas Serka Sudono.

Hasil musyawarah menyepakati bahwa para petani akan segera memulai tahapan persemaian, pengolahan lahan, hingga penanaman setelah ketersediaan air irigasi mencukupi untuk merendam lahan persemaian.

Para petani Desa Tanjakan berharap musim tanam sadon tahun ini dapat terlaksana dengan baik sehingga mampu meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang terus digencarkan pemerintah.

(Red*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *