Dari Batam untuk Palestina: Pesan Persaudaraan, Perdamaian, dan Harapan bagi Dunia

Dari Batam untuk Palestina: Pesan Persaudaraan, Perdamaian, dan Harapan bagi Dunia

Spread the love

 

Batam, M T P -17 Juli 2026

Semangat persaudaraan lintas bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan mengemuka dalam kegiatan silaturahmi antara berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Batam dengan Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari. Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat Indonesia dengan rakyat Palestina yang selama ini terjalin melalui solidaritas, kepedulian, dan doa.
Mengawali sambutannya, Duta Besar Palestina menegaskan bahwa kunjungannya ke Batam bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
“Hari ini kami datang untuk bersilaturahmi. Kami membawa pesan persaudaraan dan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat, baik yang beragama Islam maupun nonmuslim. Persaudaraan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.
Dubes Abdalfatah A.K. Al-Sattari menceritakan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan di Gaza. Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kota Batam, ia mengaku terpesona oleh keindahan kota serta keramahan masyarakatnya yang berasal dari berbagai suku, agama, dan budaya.
“Batam adalah kota yang indah. Saya merasakan masyarakatnya sangat ramah, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam suasana damai. Keberagaman di Batam menjadi contoh bahwa persatuan dapat tumbuh di tengah perbedaan,” katanya.
Selama berada di Kepulauan Riau, Dubes Palestina mengunjungi sejumlah masjid dan situs bersejarah, termasuk Pulau Penyengat. Menurutnya, kunjungan tersebut semakin memperlihatkan kekayaan peradaban Islam di Indonesia yang berpadu harmonis dengan budaya lokal dan semangat toleransi.
Ia juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Batam, atas dukungan moral dan kemanusiaan yang terus diberikan kepada rakyat Palestina.
“Terima kasih atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus untuk Palestina. Dukungan masyarakat Indonesia menjadi kekuatan dan harapan bagi kami. Saya lebih senang berbicara dari hati ke hati daripada membaca teks karena ketulusan akan selalu menemukan jalannya ke dalam hati manusia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Palestina mengenang masa mudanya ketika berusia 16 tahun. Sejak saat itu, ia telah banyak membaca literatur tentang Indonesia dan mengagumi keberhasilan bangsa ini dalam menjaga persatuan meskipun memiliki keberagaman agama, suku, dan budaya.
“Demi Allah, saya mencintai rakyat Indonesia. Saya mencintai Gaza dan Tepi Barat. Dalam Al-Qur’an, Palestina dan Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan yang mulia. Kami meyakini bahwa kemuliaan Al-Aqsa akan tetap terjaga atas kehendak Allah,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Dubes Abdalfatah A.K. Al-Sattari menyampaikan optimisme bahwa rakyat Palestina akan terus bertahan dengan kesabaran, keteguhan iman, dan harapan akan datangnya perdamaian.
“Rakyat Palestina adalah bangsa yang kuat. Kami telah lama menghadapi berbagai ujian, tetapi kami tidak pernah kehilangan harapan. Kami percaya bahwa dengan pertolongan Allah akan datang masa ketika Masjid Al-Aqsa kembali menjadi tempat yang damai dan seluruh umat dapat beribadah dengan aman,” katanya.
Silaturahmi tersebut menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia dan Palestina tidak hanya dibangun melalui jalur diplomasi, tetapi juga melalui ikatan kemanusiaan yang tumbuh dari hati masyarakat. Dari Batam, pesan persaudaraan, perdamaian, dan harapan kembali dikumandangkan sebagai wujud komitmen bersama untuk mendukung terciptanya dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

(Nursalim Turatea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *